Banyuwangi – Jejakindonesia.news || Petugas gabungan yang terdiri dari Satpolairud bersama masyarakat pesisir rajegwesi mengevakuasi seorang nelayan pencari ikan yang tenggelam di kedalaman 40 Meter. Sabtu, (15/11/2025).
Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H. melalui Kasubnit Lidik mengatakan korban meninggal dikarenakan kehabisan oksigen dan terjepit di sela-sela karang pada saat melakukan aktivitas mencari ikan dengan cara menyelam di kawasan perairan Rajegwesi.
Dari keterangan saksi, korban pergi melaut pada hari Kamis, 13/11/2025 sekira pukul 08.00 WIB. Adapun kronologi kejadian ketika korban Mujiono, (47) bersama saudara saksi Sahwito, (50) berangkat melaut untuk mencari ikan dengan cara menyelam di perairan Rajegwesi tepatnya di sekitar perairan pulau mungsing -8°34’21″S, 113°52’13” E.
Saat melakukan aktivitas menyelam, perahu yang ditumpangi korban bersama saksi di hantam ombak besar yang datang secara tiba-tiba yang membuat perahu terbalik dan tenggelam yang hanya menyisakan buritan kapal.
Na’asnya korban yang saat itu sedang didalam air kehabisan oksigen dikarenakan mesin kompresor ikut tenggelam,” terang saksi kepada petugas kepolisian.
Saksi diketemukan oleh nelayan setempat pada hari Sabtu, 15/11/2025 sekira pukul 07.00 WIB yang sedang berada disekitar lokasi kejadian dengan posisi berpegangan di sisa-sisa kapal yang tenggelam.
Mengetahui adanya laka laut, kelompok nelayan Rajegwesi menghubungi petugas keamanan untuk meminta bantuan untuk mengevakuasi korban pinggir dan membawa jenazah ke rumah sakit umum.
Saat dilakukan pencarian, korban berada di kedalaman ±40 meter dengan posisi terjepit karang.
Untuk saat ini, jenazah korban berada di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan untuk saksi masih dimintai keterangan lebih lanjut.
Atas musibah ini, Kasat Polairud Polresta Banyuwangi menghimbau kepada warga masyarakat pesisir khususnya mereka yang berprofesi sebagai nelayan untuk tidak pergi melaut pada saat cuaca extrem.
Selalu mengenakan alat keselamatan dan selalu waspada terhadap potensi cuaca extrem yang datang secara yang disertai angin kencang. (GP)

