Banyuwangi — Jejakindonesia.news || Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Banyuwangi tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga aksi sosial yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Usai pelaksanaan Jalan Sehat PGRI 2025, PGRI Banyuwangi menggelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Minggu (23/11/2025) pagi.
Kegiatan ini dipusatkan di Gedung Guru PGRI Kabupaten Banyuwangi dan bertepatan dengan agenda Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan A. Yani, sehingga menarik antusiasme warga. Bekerja sama dengan PMI Kabupaten Banyuwangi dan Klinik STIKES Banyuwangi, layanan kesehatan berlangsung mulai pukul 08.00–11.00 WIB dan terbuka untuk masyarakat umum.
Layanan kesehatan gratis meliputi cek gula darah, asam urat, kolesterol, hingga tekanan darah. Puluhan warga memanfaatkan kesempatan ini, termasuk para guru yang baru saja mengikuti jalan sehat.
Perwakilan Klinik STIKES Banyuwangi, Ns. Eka Safitri, S.Kep., menyampaikan bahwa sambutan masyarakat sangat positif.
“Sebanyak 35 warga memanfaatkan pemeriksaan kesehatan pagi ini. Kami senang bisa turut berkontribusi dalam rangkaian HUT PGRI,” ujar Safitri.
Sementara itu, Korlap PMI Banyuwangi, Nurma Eka Ayulinar, mencatat tingginya kepedulian warga untuk mendonorkan darah.
“Selama kegiatan, ada 17 pendonor yang memenuhi syarat. Kami mengapresiasi PGRI Banyuwangi yang rutin menggelar kegiatan sosial seperti ini,” tutur Nurma.
Ketua PK PGRI Kabupaten Banyuwangi, H. Moh. Sodiq, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan bentuk komitmen PGRI untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“PGRI tidak hanya bicara pendidikan dan ruang kelas, tetapi juga tentang kemanusiaan. Donor darah ini adalah bukti bahwa guru siap memberi manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat,” ujar Sodiq.
Ia juga menambahkan, bahwa momentum HUT PGRI ke-80 harus menjadi energi baru bagi guru-guru di Banyuwangi.
“Di usia 80 tahun ini, PGRI ingin semakin dekat dengan masyarakat. Kami berharap kegiatan sosial seperti ini terus menjadi budaya dalam keluarga besar PGRI,” imbuhnya.
Para pengunjung CFD pun menyambut hangat kegiatan ini. Lina, pedagang kuliner Nyamil Yuk, merasa sangat terbantu.
“Biasanya kami sibuk berjualan saat CFD, jadi jarang sempat cek kesehatan. Dengan adanya layanan gratis seperti ini, kami merasa sangat terbantu,” ungkapnya.
Dari kalangan aparat, Mayor Marinir Agus Fauzi dari PLP Lampon juga hadir untuk mendonorkan darahnya, diikuti oleh Alfan Suryantoro, Purnawirawan PLP Baluran.
“Selagi tubuh sehat, saya ingin terus memberi manfaat untuk sesama,” kata Alfan.
Rangkaian kegiatan sosial ini menjadi bagian dari perayaan HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025 yang mengangkat semangat pengabdian guru kepada bangsa. PGRI Banyuwangi menegaskan bahwa peringatan tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi tindakan nyata yang menyentuh langsung masyarakat.
Dengan semakin tingginya partisipasi publik, PGRI Banyuwangi berharap kegiatan sosial dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin dalam memperkuat hubungan antara guru dan masyarakat. (rag)

