
Kebayoran Baru – Jejakindonesia.news // Sahabat dan kerabat spiritual bersama ketua GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Infonesia) Sri Eko Sriyanto Galgendu menyambangi tokoh spiritual Komjen Pol. Chrynanda Dwilaksana di Perpustakaan Pusdiklat PTIK (Poltekim Trafik Informasi Kepolisian, jalan Yirtayasa Raya No. 6, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 27 Januari 2025 sambil menyerahkan “Kitab MA HA IS MA YA” yang memuat do’a untuk 79 orang tokoh nasional yang dibacakan satu-persatu non stop selama 20 jam di Auditorium Antara, Jakarta pada 2 – 3 Agustus 2025.
Acara diskusi pun semakin menarik.dan meluas, tak hanya seluk-beluk pemahan dan pengalaman spiritual bersama Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri ini yang memoeroleh Sprin (Surat Perintah) No. Sprin/2749/ IX/TUK.2.1/2025 sejak 17 September 2025.
Komjen Pol. Prof. Dr. Chrynanda Dwilaksana M.Si memang alumnus Akademi Kepolisian (AKPOL 1989) yang tercatat sebagai guru besar PTIK sungguh memiliki kecerdasan spiritual. Karena itu dia melihat perilaku para elite di negeri ini sangat perlu dibenahi adabnya. Karena terlalu banyak Buto Cakil dan Sengkuni yang merepotkan.
Cakrawala pandang intelektual dan spiritual Chrysnanda Dwilaksana yang luas pun setara dengan kiprahnya sebagai Polisi yang telah menulis buku, membaca bahkan melukis dalam gaya abstrak dengan warna yang lembut, menyimpan perenungan yang sangat dalam. Dan topik diskusi tentang potensi parawisata di Bali yang dapat dijadikan sumber penghidupan — bisa dijual — tanpa harus menghilangkan identitas lokal dengan penyajian seperti apa adanya dengan kemampuan sumber daya manusia yang terus ditingkatkan kualitas penyajiannya sehingga dapat memberi nilai tambah tidak hanya ekonomi dan budaya, tapi juga menjadi cermin peradanan bangsa yang lebih baik serta lebih beradab di mata bangsa-bangsa yang ada di dunia.
Karena itu pun, melukis bagi Chrynanda Dwilaksana seperti pada kanvas yang panjang — lebih dari 50 meter — telah dia lakukan tidak hanya untuk sejenak dapat mengosongkan pikiran bebas dengan mengekspresikan kata hati di atas kanvas dalam narasi yang maha luas dan panjang itu dalam bahas ucap melalui kanvas dan kuas. Toh, jabatan dan gelar akademik tertinggi sebagai Ku Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri sudah disandang dan ditunaikan.
Sebelum menetima “Kitab MA HA US MA YA”, Chrynanda Dwilaksana berkenan membacakan do’a untuk Margono Djojohadikoesoemo yang termuat dalam kirab tersebut dengan penuh hikmat lalu me diskusikannya dalam forum silaturrahmi terbatas yang dihadiri juga oleh Raldi Doy dari PWI, Yoga serta Brigjen Pol. Benny Iskandar Hasibuan hingga diskusi sejak sore ini berlangsung menjelang tengah malam.
Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri ini sungguh pantas dijabat oleh sosok polisi yang sudah malang melintang Lalu Lintas (Kasat Lantas, Dirlantas Polda Riau, Dirlantas Polda Metro Jaya, Dirkamsel Korlantas Polri) dan Kabif Humas Polda Mm Metro Jaya hingga Kasespim Lemdiklat Polri. Bahkan setelah setekah memasuki usia pensiun polisi yang memiliki talenta seni, budaya serta wawasan dan kecerdasan spuritual kelahiran 3 Desember1967 ini diperpanjang masa tugasnya di Polri sampai sekarang.
Kebayoran Baru, 27 Januari 2026



