
Klungkung – Jejakindonesia.news // Pemkab Klungkung dan Polres Klungkung beserta unsur terkait melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan stok serta harga pangan di Outlet Pengendalian Inflasi yang berlokasi di Pasar Galiran, Kelurahan Semarapura Klod, Kecamatan Klungkung, Senin (9/3/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 Wita hingga 10.15 Wita tersebut dilaksanakan dalam rangka pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Klungkung, Wakil Bupati Klungkung, Danramil Klungkung, Kanit 4 Satreskrim Polres Klungkung beserta anggota, Kasat Pol PP Kabupaten Klungkung, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Klungkung, Kabid Ketahanan Pangan Kabupaten Klungkung, Kabid Perdagangan Diskoperindag Kabupaten Klungkung serta Kepala UPT Pasar Galiran Klungkung.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengecekan terhadap sejumlah komoditas bahan pokok yang dijual di Outlet Pengendalian Inflasi. Adapun harga beberapa komoditas yang terpantau di antaranya beras premium Rp14.800 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, beras SPHP Rp11.600 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, bawang merah Rp34.000 per kilogram, bawang putih Rp27.000 per kilogram, telur ayam ras Rp27.000 per kilogram, serta daging ayam Rp40.000 per kilogram.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, secara umum ketersediaan stok komoditas pangan di Pasar Galiran masih tergolong aman dan harga relatif stabil.
Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Punarwibawa,S.H., mengatakan bahwa Kegiatan Pemkab Klungkung bersama Polres Klungkung dan unsur terkait lainnya ini dalam melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan pokok serta menjaga stabilitas harga di pasaran. Selain itu, pengawasan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penimbunan, spekulasi harga maupun kelangkaan barang menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
“Dengan adanya kegiatan monitoring tersebut diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok, karena pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan pengawasan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar.” Terangnya

