
Situbondo – Jejakindonesia.news // Habib Ali Zainal Abidin gelar aksi rutin tahunan dalam rangka memperingati Hari Al-Quds sedunia atau International Al-Quds Day yang diperingati di Alun-alun kota Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jum’at sore (13/3/2026).
Kegiatan aksi ini sebagai penanggung jawab dipimpin langsung oleh Habib Ali Zainal Abidin yang akrab disapa Habib Zain, diikuti sekitar 150 orang peserta dan membawa berbagai atribut atau spanduk. Kegiatan aksi ini mendapatkan pengamanan dari Polres Situbondo dipimpin langsung oleh Kabag Ops. Kompol Ma’ruf, S.Sos., bersama jajarannya serta pihak terkait dan juga turut serta berbagai elemen masyarakat pencinta, pendukung kemerdekaan Palestina.
Menurut Habib Zain aksi memperingati Hari Al-Quds sedunia ini merupakan gagasan dari Ayatollah Imam Sayyid Ruhollah Musavi Khomeini, yang sejak lama diperingati oleh berbagai kelompok masyarakat di seluruh dunia.
“Aksi ini bukan hanya dilandasi oleh nilai keagamaan, tetapi juga merupakan usaha menjalankan amanat konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan yang ada di dunia saat ini,” ucapnya.
“Kami juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal karena serangan keji rudal Amerika Serikat dan Israel pada 1 Maret 2026,” ungkap Habib Zain.
Lebih lanjut menurut Habib Zain dalam orasinya sudah ditegaskan dalam pembukaan Undang‑Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
“Dan kami berdiri saat ini bukan hanya menjalankan perintah agama, tetapi juga menjalankan perintah konstitusi kita bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan dari muka bumi ini,” tegasnya.
Selain itu Habib Zain menyoroti kondisi kemanusiaan di Palestina yang telah memakan banyak korban jiwa akibat konflik yang berlangsung berkepanjangan. Dan berbagai laporan dilapangan menunjukkan puluhan ribu warga Palestina menjadi korban dalam konflik yang terjadi hingga saat ini.
“Kita melihat di media sosial serta liputan berita yang terjadi saat ini pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel melawan Iran, hal ini membuktikan agar penjajahan dan penindasan terhadap suatu negara yang sah tidak boleh dilakukan dan harus dilawan siapapun atau kekuatan apapun dan ini dilakukan oleh Iran untuk melawannya,” ujar Habib Zain.
Kemudian dalam orasinya Habib Zain melihat dalam pemberitaan banyak sejumlah negara yang dinilai masih mendukung kebijakan politik dan militer Amerika Serikat dan Israel, hal ini akan berpotensi memperkeruh konflik di kawasan Timur Tengah. Serta menyinggung sejumlah kebijakan yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang memicu ketegangan negara di berbagai wilayah dunia.
“Ini bukan langkah-langkah baik justru berpotensi memperbesar konflik global dibandingkan menciptakan perdamaian. Dan negara sebesar Indonesia yang selama ini dikenal dengan memiliki politik luar negeri bebas aktif justru diduga berkoalisi dengan pihak Amerika Serikat yang memiliki rekam jejak ingin berkuasa didunia dan hal ini berpotensi akan menambah ketegangan antar negara yang akan memicu dampak ekonomi, keamanan secara global antara pro dan kontra,” jelasnya.
Selanjutnya Habib Zain berharap Umat Islam sedunia agar bersatu untuk melawan penjajahan dan penindasan yang terjadi di Palestina, yang saat ini dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel dan kini mendapat perlawanan dari Iran sehingga terjadi perang yang cukup dahsyat.
“Selain itu kami juga mengharapkan agar situs-situs suci Islam yaitu Masjidil Aqsa yang terletak di Kota Tua Yerusalem Timur, Palestina untuk diselamatkan dan kami juga mengutuk penutupan Masjidil Aqsa yang dilakukan oleh penjajah Israel selama bulan Ramadan ini,” pungkasnya. (wan)

