Jember – Jejakindonesia.news || Keresahan warga muncul di kawasan Kuburan Cina, wilayah Kaliwates, Kabupaten Jember, akibat dugaan maraknya penjualan obat keras berbahaya (okerbaya) yang disebut berlangsung secara terbuka, bahkan di tengah bulan suci Ramadhan.
Sejumlah warga setempat mengaku aktivitas tersebut telah berlangsung cukup lama dan dinilai semakin meresahkan karena dilakukan secara terang-terangan tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH). Transaksi disebut kerap terjadi pada siang hingga malam hari di area sekitar kompleks pemakaman yang dikenal masyarakat sebagai Kuburan Cina.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa peredaran okerbaya tersebut diduga melibatkan seorang oknum aparat.
Menurut keterangan warga, sosok yang diduga sebagai penjual disebut-sebut merupakan oknum anggota TNI. Namun demikian, informasi tersebut masih sebatas dugaan masyarakat dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.
“Warga sebenarnya sudah lama resah, apalagi sekarang bulan puasa. Aktivitas seperti itu tetap berjalan seperti biasa, seolah tidak ada yang mengawasi,” ujar seorang warga, Selasa (17/3/2026).
Warga berharap aparat penegak hukum maupun institusi terkait segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan penertiban. Mereka khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, peredaran okerbaya dapat semakin meluas dan berdampak buruk bagi generasi muda di lingkungan sekitar.
Selain itu, masyarakat juga meminta adanya pengawasan lebih ketat selama Ramadhan agar wilayah tersebut tidak dijadikan lokasi transaksi obat terlarang maupun aktivitas yang melanggar hukum.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak TNI terkait dugaan peredaran okerbaya di kawasan Kuburan Cina Kaliwates tersebut. Warga berharap laporan dan keluhan mereka dapat segera ditindaklanjuti demi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.





