Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Transformasi Pribadi Menuju Kememangan Yang Hakiki

KendalJejakindonesia.news // Merupakan Tema Khutbah Idul Fitri yang diampaikan oleh Muhammad Isa Anshory, M.Ag, anggota Majelis tabligh Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, dalam khutbah Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan oleh PCM Muhammadiyah Kendal di Halaman Stadion Utama Kebondalem Kendal, dalam rangkaian pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 yang dilaksanakan pada Jumat (20/03).

Kegiatan dihadiri oleh ribuan warga Muhammadiyah yang memadati halaman Stadion Utama Kebondalem Kendal, dimana dalam kesempatan kali ini, bertindak sebagai Imam, Istiyoso Priyo Hutomo, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA), mahasiswa asal Kecamatan Plantungan – Kendal.

Dalam khubah Idul Fitri, Isa Anshory mengingatkan tentang hakekat kemenangan dalam Ramadhan, dimana seharusnya meliputi Tiga hal yakni tazakka (menyucikan diri), wadzakara (mengingat Allah), fasalla (menegakkan shalat). Lebih dalam, Isa Anshory menerangkan bahwa mensucikan diri meliputi mensucikan hari dari segala bentuk kesyirikan dan melaksanakan segala amalan dengan ikhlas serta mensucikan harta dari hal yang bukan haknya.

Ramadhan seharusnya menumbuhkembangkan perasaan bahwa puasa kita diawasi oleh Allah dan seharusnya hal tersebut terus tertanam dalam diri setelah Ramadhan bahwa setiap perilaku kita sekecil apapun tidak bisa lepas dari pengawasan Allah.
Tidak hanya kebersihan diri, namun membersihkan harta dari yang bukan haknya juga sangat penting.

Harus diingat bahwa harta kita yang sesungguhnya adalah yang kita zakatkan, shodaqoh dan infakkan sesuai dengan tuntunan agama. Melakukan hal tersebut bukan sesuatu yang mudah, karena ada kecendrungan kita akan merasa bahwa harta yang kita miliki adalah milik kita, bukan titipan dari Allah.

Perlu membiasakan diri dan ini membutuhkan proses pembelajaran yang panjang. Yang kedua adalah selalu mengingat Allah dengan membiasakan zikir dan membaca Al Quran sedangkan yang ketiga adalah dengan menjaga Shalat. Isa Anshory mengakhiri khutbahnya dengan menyampaikan pengingat terkait shalat bahwa shalat itu bukan part time, bukan juga sometime apalagi no time, harus full time karena mati itu any time.(M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *