
Cilegon – Jejakindonesia.news // Kepolisian Resor Cilegon terus melakukan pemantauan dan pengaturan arus kendaraan menuju Pelabuhan PT ASDP Merak menyusul meningkatnya volume kendaraan, khususnya truk, pada Selasa (31/03/2026) pagi.
Lonjakan kendaraan tersebut terjadi setelah berakhirnya pemberlakuan aturan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Direktur Jenderal Bina Marga, dan Kepala Korps Lalu Lintas Polri dengan nomor KP-DRJD 854 Tahun 2026, HK.201/1/21/DJPL/2026, Kep/43/II/2026, dan 20/KPTS/Db/2026 yang berakhir pada 29 Maret 2026.
Seiring berakhirnya kebijakan tersebut, kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih kembali melakukan aktivitas penyeberangan melalui Pelabuhan PT ASDP Merak menuju Pulau Sumatera sehingga menyebabkan peningkatan volume kendaraan di jalur menuju pelabuhan.
Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, S.H., S.I.K., M.Si. memimpin langsung kegiatan monitoring situasi di lapangan guna memastikan arus kendaraan tetap berjalan lancar.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Cilegon juga turut turun langsung melakukan pengaturan arus lalu lintas di depan Dermaga 6 Eksekutif Pelabuhan Merak bersama personel yang bertugas, sebagai bentuk kehadiran langsung pimpinan dalam memastikan kelancaran mobilitas kendaraan di kawasan pelabuhan.
Selain itu, jajaran Polres Cilegon juga melakukan langkah antisipasi dengan menerapkan penyekatan kendaraan di jalur Cikuasa Atas. Penyekatan ini dilakukan guna mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang berpotensi menimbulkan kepadatan di gerbang masuk Pelabuhan Merak.
Hingga saat ini, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan PT ASDP Merak didukung oleh 40 unit kapal yang beroperasi dengan 7 dermaga aktif melayani penyeberangan kendaraan dan penumpang menuju Pulau Sumatera.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi arus lalu lintas di jalur arteri menuju pelabuhan masih terpantau normal dan terkendali.
Polres Cilegon terus melakukan pemantauan situasi secara intensif serta menyiagakan personel di titik-titik strategis guna memastikan kelancaran arus kendaraan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan.

