Banyuwangi – Jejakindonesia.news // Mbah Semar mengatakan bahwa tanggal 6 Juni merupakan hari yang sangat istimewa dan sarat makna dalam perjalanan hidupnya. Tanggal tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sosok yang telah berpulang, tetapi juga menjadi hari penuh kebahagiaan bagi keluarga.
“Besok, 6 Juni, adalah tanggal yang selalu saya kenang. Pada hari itu merupakan hari kelahiran Almarhum Sudjiharto, ayah saya yang telah meninggalkan begitu banyak teladan, kasih sayang, dan nilai-nilai kehidupan yang hingga kini tetap menjadi pedoman bagi keluarga,” ungkap Mbah Semar.
Menurutnya, tanggal yang sama juga menjadi hari bahagia karena merupakan hari kelahiran putra tercintanya, Denies Sevi Cahaya Saputra, serta keponakannya, Friska. Sebuah kebetulan yang indah ketika kenangan dan kebahagiaan hadir dalam satu waktu yang sama.
“Ini adalah anugerah dari Allah SWT. Dalam satu tanggal terdapat kenangan tentang orang tua yang kami cintai, sekaligus kebahagiaan atas bertambahnya usia anak dan keponakan yang menjadi harapan keluarga,” ujarnya.
Lebih jauh, Mbah Semar menuturkan bahwa 6 Juni juga memiliki makna penting bagi bangsa Indonesia karena merupakan hari lahir Soekarno, Sang Proklamator yang lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya. Peringatan tersebut menjadi bagian dari Bulan Bung Karno yang mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meneladani semangat perjuangan, nasionalisme, serta pemikiran besar Bung Karno dalam membangun bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Mbah Semar mengajak keluarga dan masyarakat untuk menjadikan 6 Juni sebagai momentum refleksi diri, memperkuat nilai kekeluargaan, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kehidupan.
“Untuk Almarhum Sudjiharto, kami panjatkan doa semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Untuk Denies Sevi Cahaya Saputra dan Friska, selamat ulang tahun. Semoga diberikan kesehatan, umur yang berkah, kesuksesan, dan menjadi pribadi yang berguna bagi agama, bangsa, dan keluarga,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Mbah Semar menyampaikan bahwa 6 Juni mengajarkan arti penting kehidupan sebagai rangkaian kenangan, perjuangan, dan harapan.
“Mengenang yang telah tiada, mensyukuri yang masih ada, serta menatap masa depan dengan penuh optimisme. Sebab sejarah, keluarga, dan perjuangan adalah warisan yang harus terus dijaga,” pungkasnya.
🤲🌹🎂🎉
“Jas Merah — Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah.” — Soekarno.













