Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Evakuasi Truk Tangki Nopol N 9704 UA Bermuatan 24 KL di Jalur Gumitir Dipimpin Kepala HSSE Pertamina Tanjungwangi, Masyarakat Diimbau Tidak Merokok

BANYUWANGI – Jejakindonesia.news // Proses evakuasi sebuah truk tangki nomor polisi N 9704 UA bermuatan 24 kiloliter (KL) yang mengalami kendala saat melintas di Jalur Gumitir di tengah hujan deras, Jumat (26/6) malam, berlangsung aman dengan pengamanan dan pengawasan ketat. Mengingat kendaraan tersebut mengangkut bahan bakar, penanganan dilakukan sesuai standar keselamatan dan dipimpin langsung oleh Kepala HSSE (Health, Safety, Security and Environment) Pertamina Fuel Terminal Tanjungwangi, Fajar.

Kendala yang dialami truk tangki terjadi saat kondisi cuaca di kawasan Gumitir diguyur hujan deras, sehingga proses penanganan memerlukan kewaspadaan ekstra. Tim HSSE Pertamina bersama unsur terkait bergerak cepat untuk memastikan keselamatan pengemudi, kondisi kendaraan, muatan, serta pengguna jalan yang melintas di jalur penghubung Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember tersebut.

Jalur Gumitir yang dikenal memiliki medan ekstrem berupa tanjakan curam, turunan panjang, tikungan tajam, serta kondisi jalan yang licin saat hujan, menjadi perhatian utama dalam proses evakuasi kendaraan pengangkut bahan bakar tersebut.

Sesaat setelah menerima laporan adanya kendala pada truk tangki, tim HSSE Pertamina bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen risiko. Pemeriksaan difokuskan pada kondisi kendaraan, kestabilan tangki, serta memastikan tidak terjadi kebocoran yang dapat membahayakan masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Sebelum proses evakuasi dimulai, petugas melakukan sterilisasi area dengan memasang pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup guna memberikan ruang kerja yang aman bagi petugas. Sebuah mobil crane kemudian dikerahkan untuk membantu proses pemindahan kendaraan sesuai prosedur operasional keselamatan.

Selama proses evakuasi berlangsung, antrean kendaraan sempat terjadi di kedua arah Jalur Gumitir. Namun, kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah mitigasi risiko agar proses penanganan dapat berlangsung aman, tertib, dan terkendali.

Kepala HSSE Pertamina Fuel Terminal Tanjungwangi, Fajar, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya arus lalu lintas selama proses evakuasi.

> “Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan atas terganggunya kelancaran arus lalu lintas selama proses evakuasi berlangsung. Rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup kami lakukan semata-mata untuk menjaga keselamatan bersama, baik bagi pengguna jalan maupun petugas yang bekerja di lapangan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan kerja sama masyarakat selama proses penanganan berlangsung,” ujarnya.

Fajar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pengamanan dan pengaturan lalu lintas, di antaranya Relawan Gumitir, Agen Agesena BPBD Jawa Timur, personel Polsek Kalibaru, operator alat berat, serta pihak-pihak lain yang turut membantu kelancaran evakuasi.

> “Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Relawan Gumitir, BPBD, kepolisian, dan seluruh pihak yang membantu mengatur lalu lintas sehingga proses evakuasi dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi kunci keberhasilan penanganan ini,” tambahnya.

Menurut Fajar, setiap penanganan kendaraan tangki pengangkut bahan bakar selalu mengedepankan aspek keselamatan sesuai standar operasional perusahaan. Seluruh tahapan dilakukan secara cermat, mulai dari pemeriksaan kendaraan, pengecekan kondisi tangki dan muatan, hingga memastikan tidak terdapat kebocoran maupun potensi bahaya lainnya sebelum kendaraan dipindahkan.

Selain itu, tim HSSE Pertamina juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak merokok maupun menyalakan api di sekitar lokasi evakuasi. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif mengingat kendaraan tangki membawa bahan bakar yang memiliki risiko tinggi apabila terdapat sumber panas atau percikan api.

Petugas juga mengingatkan para pengguna jalan agar mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, tidak berhenti di sekitar lokasi tanpa kepentingan, serta selalu mematuhi arahan petugas selama rekayasa lalu lintas sistem buka tutup masih diberlakukan, terlebih kondisi jalan yang masih basah akibat hujan.

Berkat koordinasi yang baik antara tim HSSE Pertamina, operator crane, Relawan Gumitir, BPBD Jawa Timur, kepolisian, serta seluruh unsur pendukung lainnya, proses evakuasi truk tangki N 9704 UA akhirnya dapat diselesaikan dengan aman, tertib, dan terkendali. Setelah seluruh tahapan pemeriksaan dan evakuasi selesai, kondisi kendaraan dipastikan aman untuk menjalani penanganan lanjutan.

Melalui penanganan tersebut, Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam menerapkan budaya Safety First pada setiap kegiatan operasional, khususnya dalam penanganan kendaraan pengangkut bahan bakar. Pertamina juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung upaya keselamatan dengan mematuhi arahan petugas, menjaga jarak aman, serta tidak merokok atau menyalakan api di sekitar kendaraan tangki selama proses penanganan berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *