Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250
Polri  

Gelar Doa Lintas Agama Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polri Tegaskan Bagian dari Semua Elemen Bangsa

Jakarta – Jejakindonesia.news // Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri menggelar kegiatan Doa Bersama Lintas Agama di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur agar jajaran Polri senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

Doa bersama dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat, jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol. Prianto, tokoh lintas agama, badan eksekutif mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan enam pemuka agama yang memimpin doa sesuai keyakinan yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Acara juga diisi dengan penyerahan santunan kepada 100 anak yatim piatu dari berbagai agama sebagai simbol kepedulian sosial dan semangat kebersamaan lintas iman.

Kepala Biro Pengendalian Personel Karodalpers SSDM Polri Brigjen Pol. Erthel mengatakan doa bersama lintas agama menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 sebagai ikhtiar memohon rahmat dan rida Tuhan Yang Maha Esa bagi Polri.

“Ini adalah rangkaian dari seluruh kegiatan Hari Bhayangkara ke-80. Dengan doa bersama ini kita berharap semoga Allah Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmat dan ridha-Nya, sehingga apa yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia dan Polri yang dicintai masyarakat itu mendapatkan rida dari Allah SWT,” ujar Brigjen Pol. Erthel.

Ia mengatakan kehadiran enam pemuka agama dalam doa bersama menjadi simbol bahwa Polri merupakan bagian dari seluruh elemen bangsa dan membutuhkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat.

“Di sini dari enam agama itu kita sama-sama meminta para pemuka agama menyampaikan doa sesuai keyakinan masing-masing. Sehingga Polri itu bukan hanya satu kelompok saja, tetapi merupakan bagian dan perlu didukung oleh semua komponen masyarakat,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *