Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Mengetuk Hati, Menguatkan Harapan: LSM PERKASA Hadir Untuk Mereka Yang Membutuhkan

SITUBONDO – jejakindonesia.news||Di tengah kehidupan yang semakin berat bagi sebagian masyarakat, masih ada orang-orang yang memilih hadir bukan untuk mencari sorotan, melainkan membawa harapan. Itulah yang tergambar dari kegiatan sosial LSM PERKASA (Lembaga Swadaya Masyarakat Pergerakan Kesejahteraan Anak Bangsa) yang dipimpin H. Mohammad Sadik atau akrab disapa Cak Sadik, saat menyambangi dan berbagi santunan kepada warga yang membutuhkan di Kabupaten Situbondo, Minggu (12/7/2026).

Suasana hangat penuh kekeluargaan tampak saat Cak Sadik duduk bersama para ibu dan warga. Tidak ada sekat, tidak ada formalitas. Yang hadir hanyalah kepedulian, mendengarkan keluh kesah masyarakat, sekaligus memberikan bantuan sebagai bentuk nyata bahwa kemanusiaan masih hidup di tengah kehidupan sosial.

Bagi LSM PERKASA, kegiatan sosial bukan sekadar agenda seremonial, melainkan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Organisasi ini ingin membuktikan bahwa keberadaan LSM harus dirasakan manfaatnya, bukan hanya terdengar namanya.

Cak Sadik menegaskan, kepedulian tidak diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi dari ketulusan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.

“Kami tidak ingin LSM PERKASA dikenal karena banyak berbicara, tetapi karena banyak berbuat. Kepedulian tidak pernah menunggu seseorang menjadi kaya, cukup memiliki hati yang peduli. Selama masih ada anak-anak yang membutuhkan kasih sayang, warga yang membutuhkan pendampingan, dan masyarakat yang berharap akan keadilan, kami akan terus hadir. Sebab, nilai sebuah organisasi bukan diukur dari seberapa besar namanya, melainkan dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Cak Sadik.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat budaya gotong royong dan saling membantu tanpa memandang latar belakang. Menurutnya, kepedulian adalah investasi kemanusiaan yang akan selalu dikenang oleh mereka yang pernah merasakan uluran tangan.

“Bantuan mungkin akan habis, tetapi rasa peduli akan terus hidup dalam ingatan. Karena pada akhirnya, manusia tidak dikenang dari apa yang dimilikinya, melainkan dari seberapa besar manfaat yang telah ia berikan kepada sesamanya,” pungkas Cak Sadik. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *