JEMBER – Jejakindonesia.news // Di balik peluncuran Program Homecare Kabupaten Jember, tersimpan pengalaman pribadi Bupati Jember Muhammad Fawait yang menjadi alasan lahirnya layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah tersebut.
Pengalaman itu, menurutnya, terus melekat hingga akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Jember.
“Saya hidup di desa. Saya melihat sendiri banyak masyarakat yang tidak bisa ke puskesmas atau rumah sakit karena tidak punya biaya. Itu yang selalu saya ingat sampai hari ini,” kata Fawait.
Ia menuturkan, setelah Pemkab Jember mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC), persoalan belum sepenuhnya selesai. Hasil evaluasi menunjukkan masih banyak warga miskin yang enggan berobat karena terkendala ongkos transportasi atau tidak memiliki keluarga yang menjaga rumah ketika mereka harus menjalani perawatan.
Berangkat dari kondisi tersebut, Pemkab Jember meluncurkan Program Homecare.
Sebanyak 126 tim kesehatan keliling disiapkan untuk mendatangi rumah-rumah warga, memberikan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis, sekaligus menghubungkan pasien dengan dokter umum maupun dokter spesialis melalui layanan telemedicine apabila dibutuhkan.
“Kalau mereka tidak bisa datang ke fasilitas kesehatan, maka pemerintah yang akan datang ke rumah mereka,” ujarnya.
Untuk memperkuat layanan tersebut, Pemkab Jember juga mengalihkan sejumlah kendaraan operasional pemerintah menjadi armada Homecare.
Mobil-mobil itu nantinya digunakan tenaga kesehatan untuk menjangkau pasien hingga pelosok desa, sekaligus mengantar pasien kurang mampu pulang ke rumah setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Fawait menegaskan, tujuan utama program tersebut adalah memastikan masyarakat miskin memperoleh layanan kesehatan yang setara.
“Kalau orang mampu punya dokter keluarga, kenapa masyarakat miskin tidak? Mereka juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” tegasnya.
Peluncuran Homecare mendapat dukungan dari Anggota DPR RI Kawendra Lukistian. Ia menilai inovasi tersebut menjadi bukti keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat kecil sekaligus sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Program ini layak menjadi percontohan nasional karena pelayanan kesehatan tidak lagi menunggu masyarakat datang, tetapi justru mendatangi masyarakat,” ujar Kawendra.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Iwan Sumule.
Menurutnya, akses layanan kesehatan merupakan salah satu kunci penting dalam menurunkan angka kemiskinan, sehingga inovasi seperti Homecare perlu terus dikembangkan.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Oktavianus, Sp.P., FISR, menyebut Program Homecare sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dengan Homecare, Pemerintah Kabupaten Jember berharap tidak ada lagi warga yang menunda berobat hanya karena persoalan biaya transportasi, jarak, maupun keterbatasan fisik. Pelayanan kesehatan kini diupayakan hadir lebih dekat, bahkan hingga ke pintu rumah masyarakat.
(Dodik)













