JAKARTA – Jejakindonesia.news | Brigjen Pol drg. Lisda Cancer, M.Biotech resmi memasuki masa purna tugas setelah menorehkan perjalanan karier panjang di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Menariknya, masa pensiun tersebut datang tidak lama setelah dirinya memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen), menjadikannya menutup pengabdian di Korps Bhayangkara dengan menyandang pangkat jenderal bintang satu.
Kepastian pensiun Brigjen Pol Lisda Cancer tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1584/VII/KEP./2026. Dalam surat tersebut, ia dimutasikan sebagai Perwira Tinggi Pusdokkes Polri dalam rangka memasuki masa pensiun. Sebelum memasuki purna tugas, Lisda menjabat sebagai Kabiddoksikkes Rodokpol Pusdokkes Polri, salah satu posisi strategis di lingkungan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri.
Kenaikan pangkat yang diterimanya menjadi Brigjen Pol menjadi penutup manis atas dedikasi puluhan tahun di bidang kedokteran kepolisian. Momen tersebut juga dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, di mana ia menyampaikan rasa syukur atas ucapan selamat dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (UI), almamater yang telah mengantarkannya menjadi seorang dokter gigi profesional.
Dalam unggahannya, Lisda mengungkapkan kisah yang menginspirasi. Ia mengaku bahwa menjadi dokter gigi maupun polisi bukanlah cita-cita masa kecilnya. Namun perjalanan hidup justru membawanya mengabdikan diri di dua profesi tersebut hingga berhasil mencapai pangkat tertinggi yang pernah diraihnya.
“Dokter gigi dan polisi. Dua pekerjaan yang tidak ada dalam daftar cita-citaku waktu kecil, namun ternyata telah membawa diriku sampai sejauh ini dan menjadi jalan rezekiku,” tulisnya. Ia juga mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas perjalanan hidup dan karier yang dijalaninya.
Brigjen Pol Lisda Cancer bukan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol), melainkan alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia angkatan 1987. Dengan bekal keilmuan di bidang kesehatan, ia membangun karier panjang di Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri.
Perjalanan kariernya dimulai dari berbagai jabatan teknis hingga strategis. Pada 2012, ia dipercaya menjabat sebagai Kasubbid Dokumentasi Forensik Pusdokkes Polri. Kemudian pada periode 2017–2020, Lisda mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri, bidang yang memiliki peran penting dalam proses identifikasi korban bencana maupun kecelakaan massal.
Kariernya terus berkembang ketika dipercaya menjadi Kabiddokkes Polda Sumatera Barat pada 2020 hingga 2023. Selanjutnya pada 2024 ia menjabat sebagai Kabagbinfung Setpusdokkes Polri sebelum akhirnya dipercaya menjadi Kabiddoksikkes Rodokpol Pusdokkes Polri pada 2025.
Selain rekam jejak karier yang panjang, Brigjen Pol Lisda Cancer juga tercatat telah melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Berdasarkan laporan terakhir pada 14 Februari 2023, total kekayaannya mencapai Rp1.988.000.000.
Harta tersebut terdiri atas aset tanah dan bangunan senilai Rp1,75 miliar yang tersebar di Kota Serang, Kabupaten Bogor, dan Kota Padang. Selain itu, ia juga memiliki sebuah mobil Honda HR-V tahun 2021 senilai Rp230 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp8 juta. Dalam laporan tersebut tidak tercantum adanya utang, sehingga total kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp1,988 miliar.
Perjalanan Brigjen Pol drg. Lisda Cancer menjadi gambaran bahwa dedikasi, profesionalisme, dan pengabdian di bidang kesehatan mampu mengantarkan seseorang mencapai jenjang tertinggi dalam karier kepolisian. Kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal sesaat sebelum memasuki masa pensiun menjadi penutup perjalanan panjang pengabdiannya kepada institusi Polri dan masyarakat Indonesia.













