JEMBER – Jejakindonesia.news || Bupati Jember Gus Muhammad Fawait mendorong agar semakin banyak rumah warga yang tidak layak huni mendapatkan program perbaikan.
Pemkab Jember akan memanfaatkan peluang dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Jember.
Gus Fawait menyampaikan hal itu saat kegiatan Bunga Desaku dan serap aspirasi masyarakat di Kantor Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Jember, Minggu (9/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Jember menghadirkan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Dr. Sri Haryati.
Menurut Gus Fawait, pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto memberikan peluang besar bagi daerah untuk memperbaiki rumah masyarakat yang kondisinya tidak layak.
“Pak Presiden Prabowo memberikan peluang besar kepada Kabupaten Jember untuk melakukan perbaikan rumah-rumah warga yang tidak layak huni,” kata Gus Fawait.
Dia menyebut adanya relaksasi persyaratan dalam program bantuan tersebut.
Salah satunya terkait dokumen kepemilikan lahan. Dalam kondisi tertentu, warga tidak harus memiliki sertifikat tanah dan dapat menggunakan surat keterangan tinggal sesuai ketentuan program.
Relaksasi tersebut dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap bantuan perbaikan rumah.
“Kita berharap tahun ini semakin banyak dan tahun depan lebih banyak lagi warga Jember yang rumahnya sudah layak. Tidak boleh ada lagi rumah warga yang tidak layak,” tegasnya.
Gus Fawait juga mendorong agar program perbaikan rumah tidak berhenti pada pembangunan fisik. Dia ingin program tersebut disinergikan dengan Homecare milik Pemkab Jember.
Dengan sinergi itu, pemerintah dapat melihat kondisi rumah sekaligus kondisi kesehatan masyarakat yang tinggal di dalamnya.
“Homecare mudah-mudahan bisa disinergikan dengan Kementerian Perumahan, sehingga kita bisa sekaligus mengecek apakah orangnya sehat dan bagaimana kondisi rumahnya,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI Sri Haryati menyebut sebanyak 1.355 rumah di Jember menjadi sasaran program bedah rumah tahun ini.
Sri Haryati mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat meningkatkan kualitas hunian masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Jember.
“Untuk sementara ini 1.355 rumah yang akan dibedah tahun ini,” katanya.
Dia menjelaskan, pelaksanaan program dilakukan secara bertahap melalui pendataan, verifikasi hingga pembangunan.
Sejumlah rumah di Jawa Timur sudah selesai dikerjakan, sementara sebagian lainnya masih dalam proses dan tahap pendataan.
Sri Haryati juga meminta Pemkab Jember terus mengajukan usulan baru dengan dokumen yang lengkap. Dengan demikian, jumlah masyarakat yang mendapatkan manfaat program bedah rumah dapat ditingkatkan pada tahun berikutnya.
“Kami minta kabupaten untuk terus mengajukan usulan yang lengkap, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang bisa terbantu,” pungkasnya.
(Dodik)













