Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250
Berita  

Fajar Trihatya: 80 Tahun Merdeka, Saatnya Bangsa Menjawab Janji Kemerdekaan

Medan – Jejakindonesia.news | Delapan puluh tahun Sang Saka Merah Putih berkibar gagah di langit nusantara, menjadi saksi bisu perjuangan panjang rakyat Indonesia merebut kemerdekaan. Delapan dekade pula bangsa ini menghirup udara merdeka—anugerah agung yang lahir dari darah, air mata, dan pengorbanan para pahlawan.

 

Di momentum bersejarah ini, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi MediaSumut24.com, Fajar Trihatya, SE, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk kembali mengobarkan semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu. Baginya, kemerdekaan bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan amanah suci yang harus dijaga dan diwujudkan melalui kerja nyata.

 

“80 tahun Indonesia merdeka bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah bukti kekuatan, persatuan, dan pengorbanan para pendahulu. Kini saatnya kita melanjutkan tongkat estafet perjuangan dengan aksi nyata,” tegas Fajar penuh semangat, Senin (11/8/2025).

 

Fajar menekankan, kemerdekaan adalah hadiah terbesar yang hanya dapat diraih dengan keteguhan hati dan keberanian luar biasa. “Kita adalah penerus bangsa yang harus menjaga tanah air dengan ilmu, cinta, dan kontribusi nyata,” ujarnya, yang juga menjabat Ketua LPKP Sumut sekaligus Pemimpin Redaksi SumutJaya.com.

 

Menurutnya, Merah Putih tidak akan tegak hanya karena tiang penyangga, melainkan karena jiwa-jiwa yang rela berkorban. “Tugas generasi hari ini adalah memastikan Sang Saka tetap berkibar, dijaga keberanian, kejujuran, dan semangat gotong royong,” tandasnya.

 

Ia mengingatkan, peringatan HUT ke-80 RI seharusnya tidak hanya berhenti pada seremoni atau pesta rakyat semata, tetapi menjadi momentum memperkuat persatuan. “Kita kuat saat bersama. Tak ada yang lebih hebat dari bangsa yang berdiri di atas perjuangan rakyatnya sendiri,” ucapnya.

 

Menutup pesannya, Fajar menyerukan seluruh anak bangsa di manapun berada untuk menjaga persaudaraan dan keutuhan negeri. “Kemerdekaan ini bukan hanya milik masa lalu. Ia adalah janji masa depan yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

 

[Wulan]