SITUBONDO — Jejakindonesia.news || Kepala Desa (Kades) Klatakan Narwiyoto meluncurkan gerakan solidaritas ekonomi lokal guna menguatkan perekonomian desa sebagai fondasi utama perekonomian Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemasangan spanduk imbauan di berbagai titik strategis kawasan warung kelontong warga, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Jumat (18/9/2026).
Inisiatif ini sejalan dengan Fokus Utama Asta Cita ke-6 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yaitu:
Pembangunan dari Pinggiran untuk memposisikan desa sebagai subjek dan fondasi utama kemajuan bangsa, bukan sekadar objek pembangunan.
Pemerataan Ekonomi untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan agar pertumbuhan ekonomi berjalan merata.
Kemandirian Lokal untuk memperkuat potensi ekonomi masyarakat, menjaga kedaulatan pangan, serta menciptakan lapangan kerja di tingkat desa.
Kades Klatakan, Narwiyoto, menyatakan gerakan moral ini bertujuan agar perputaran uang tetap beredar di lingkungan desa dan tidak mengalir ke luar wilayah. Dengan semangat “Melayani dengan Hati, Saling Menguatkan”, langkah ini dirancang untuk memperkokoh ketahanan ekonomi warga dari tingkat paling bawah.
“Kekuatan kita ada di kebersamaan. Tak perlu mencari jauh-jauh untuk berbuat baik. Mulailah dari lingkungan sendiri, dukung usaha saudara sendiri, karena kita tumbuh bukan sendiri-sendiri, melainkan bersama-sama,” ujar Narwiyoto saat meninjau langsung pemasangan spanduk tersebut.
Spanduk yang dipasang oleh pihak Pemdes memuat pesan yang mengajak kesadaran bersama: “Belilah bahan kebutuhan sehari-hari di toko atau warung terdekat milik sesama saudaramu sebagai wujud saling menguatkan.”
Dengan setiap rupiah yang dibelanjakan warga di warung tetangga akan langsung menjadi suntikan modal yang berdampak nyata bagi kelangsungan hidup keluarga di desa. Strategi perputaran ekonomi mandiri ini sekaligus membuktikan bahwa semangat gotong royong dapat diimplementasikan sebagai instrumen kedaulatan ekonomi di era modern, selaras dengan upaya pemerataan ekonomi nasional.
“Pada akhirnya, kemakmuran lahir bukan dari kepedulian yang jauh, melainkan dari dukungan yang dekat. Menguatkan usaha tetangga sama halnya menabur benih kesejahteraan untuk diri sendiri. Ketika kita saling mengangkat, tidak ada yang tertinggal. Di Klatakan, kita memahami bahwa kekuatan sesungguhnya bukan pada seberapa besar yang kita miliki, melainkan pada seberapa erat kita bergandengan tangan. Mari berbelanja di tempat sendiri, hal ini karena dari kita, oleh kita, dan untuk kita semua,” pungkas Kades Klatakan Narwiyoto. (Wan)













