SITUBONDO — Jejakindonesia.news || Dampak nyata program pemerintah kini dirasakan langsung oleh para petani di Desa Mangaran, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu (19/9/2026). Melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), pembangunan jaringan irigasi telah mengubah lahan pertanian yang dulunya kekeringan dan kesulitan air menjadi hamparan hijau yang subur dan produktif.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Desa Mangaran, Lilik Linarno, S.H., yang akrab disapa Inar atau dikenal juga sebagai INARAJA, S.H., saat meninjau langsung saluran irigasi baru di tengah hamparan lahan jagung milik warga.
“Saya, Inar, Kepala Desa Mangaran, Kabupaten Situbondo, mengucapkan terima kasih atas program P3-TGAI ini. Berkat irigasi yang dibangun, air yang dulu tak sampai ke sini, kini mengalir deras. Kita bisa lihat sendiri: jagung tumbuh subur, hijau merata, semua karena kebutuhan air terpenuhi,” ujarnya.
Perubahan yang terjadi sangat nyata. Saluran beton yang kini membentang rapi di antara ladang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan menjadi urat nadi baru bagi kesejahteraan warga. Bagi Kades Inar, ketersediaan air adalah kunci utama kedaulatan pangan di desanya.
Di sela-sela perbincangan, Kades Inar turut menyampaikan ungkapan ringan yang memancing tawa warga yang hadir:
“Gadis cantik kulit putih,
jalan di antara dinding irigasi sungguh mempesona,
serasa hati ingin memeluknya,
tapi sayang dia milik orang, jadi antri dulu dong!”
Suasana di lokasi pun terasa hangat, tawa pecah menyatu dengan gemericik air yang mengalir membawa harapan baru bagi para petani.
Di akhir pernyataannya, berdiri di samping aliran jernih yang membasahi ladang jagung yang mulai menguning dan siap panen, Kades Inar menyampaikan harapan agar program ini terus berlanjut.
“Harapan kami, program ini tidak berhenti di sini. Biarlah manfaatnya terus mengalir, seperti air yang tak pernah berhenti mengalir di saluran ini. Jika air mengalir, harapan petani pun tumbuh. Jika irigasi terjaga baik, maka Desa Mangaran akan menjadi desa yang swasembada pangan, petani hidup sejahtera, dan desa kita menjadi lumbung pangan bagi Situbondo,” tegasnya.
Ia pun menutup dengan semangat yang membara:
“Terima kasih, Pemerintah! Air Mengalir, Petani Makmur, Mangaran Maju.”













