Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Jalan Diponegoro Diubah Senin Pagi, Pemkab Jember Urai Kepadatan di Sekitar Pasar Tanjung

JEMBER – Jejakindonesia.news || Kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Pasar Tanjung menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Setelah melakukan pemantauan dan menerima berbagai masukan masyarakat, Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Jember menyiapkan skema baru untuk mengurai beban kendaraan di kawasan tersebut.

Salah satu langkah yang akan diuji coba adalah perubahan arus lalu lintas di Jalan Diponegoro.

Rekayasa tersebut dijadwalkan mulai diberlakukan pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 06.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, Gatot Triyono, mengatakan perubahan arus ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi terhadap penerapan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di kawasan Jalan Samanhudi dan koridor Pasar Tanjung.

Menurut Gatot, penerapan rekayasa lalu lintas sebelumnya telah mengubah pola distribusi kendaraan.

Namun, di sisi lain, terdapat sejumlah ruas yang justru mengalami peningkatan kepadatan dan antrean pada waktu tertentu.

“Dari hasil monitoring, terjadi perubahan distribusi arus lalu lintas pada jaringan jalan di sekitar kawasan Pasar Tanjung,” ujar Gatot, Jumat (2/10/2026) malam.

Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain Jalan Ahmad Yani segmen Pemkab Jember–Tugu Koperasi, Jalan Trunojoyo segmen Tugu Koperasi–Simpang Fore, serta kawasan Simpang Tiga Gatot Subroto.

Tak hanya berdasarkan hasil pemantauan lapangan, evaluasi juga mempertimbangkan keluhan dan masukan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial maupun kanal pengaduan Wadul Gus’e.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah perubahan akses perjalanan dari arah Gebang dan Sultan Agung menuju kawasan Talangsari serta Pasar Tanjung.

Perubahan tersebut dinilai berdampak terhadap jarak dan waktu tempuh pengguna jalan. Pada saat yang sama, sebagian kendaraan justru diarahkan melewati ruas yang tengah mengalami peningkatan kepadatan.

Atas kondisi tersebut, Forum LLAJ Kabupaten Jember menyepakati uji coba perubahan sirkulasi kendaraan di Jalan Diponegoro.

Dalam skema baru ini, arus kendaraan dari arah utara akan diarahkan menuju selatan ke Jalan Trunojoyo.

“Uji coba ini diharapkan dapat mendistribusikan sebagian arus yang sebelumnya terkonsentrasi di koridor Jalan Ahmad Yani–Tugu Koperasi,” jelas Gatot.

Dengan skema tersebut, beban kendaraan diharapkan dapat tersebar ke jaringan jalan alternatif sehingga akses menuju kawasan Pasar Tanjung dan Talangsari tetap terlayani.

Namun, Dishub menegaskan bahwa perubahan tersebut belum bersifat permanen. Skema yang diterapkan pada Senin mendatang merupakan tahap uji coba untuk melihat dampaknya secara langsung terhadap kondisi lalu lintas.

Evaluasi akan dilakukan dengan melihat sejumlah indikator, mulai dari tingkat kepadatan, panjang antrean, waktu tempuh hingga aksesibilitas masyarakat.

Untuk memastikan uji coba berjalan aman, Dishub Jember bersama Satlantas akan memperkuat pengaturan di sejumlah titik.

Penyesuaian perlengkapan jalan, pengaturan kendaraan, pengamanan simpang hingga pengendalian parkir akan dilakukan selama masa uji coba.

“Pengamanan dan pengaturan akan diperkuat dalam pelaksanaan uji coba,” tegas Gatot.

Perhatian khusus akan diberikan pada ruas dari Simpang Semar menuju Simpang Samanhudi, termasuk sejumlah titik yang memiliki hambatan samping cukup tinggi.

Sementara itu, kawasan Simpang Jalan Trunojoyo juga akan mendapat pengaturan khusus.

Titik tersebut dinilai perlu diantisipasi untuk mencegah potensi pelanggaran lalu lintas maupun kecelakaan akibat perubahan sirkulasi kendaraan.

Gatot meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan pola perjalanan sebelumnya selama masa uji coba.

Pengendara diminta memperhatikan rambu-rambu baru dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Mohon masyarakat memperhatikan rambu dan petunjuk petugas serta menyesuaikan perjalanan dengan perubahan arus lalu lintas selama masa uji coba,” imbaunya.

Hasil uji coba nantinya akan menjadi dasar Forum LLAJ Kabupaten Jember untuk menentukan langkah lanjutan dalam penyempurnaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di kawasan Pasar Tanjung dan jaringan jalan di sekitarnya.

Dengan demikian, perubahan arus di Jalan Diponegoro tidak hanya diarahkan untuk memindahkan titik kepadatan, tetapi menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh untuk mencari pola lalu lintas yang lebih efektif bagi masyarakat dan aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Tanjung.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!