Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250
TNI  

Pulang ke Tanah Kelahiran, Mayjen TNI Putra Widiastawa Kini Pimpin Kodam IX/Udayana

BALI — Jejakindonesia.news || Tongkat komando Kodam IX/Udayana kini dipercayakan kepada putra kelahiran Bali. Mayjen TNI Putra Widiastawa Dwi Agung Susilo, perwira tinggi TNI Angkatan Darat kelahiran Singaraja, Buleleng, dipercaya mengemban amanah sebagai Panglima Kodam IX/Udayana, menggantikan Mayjen TNI Piek Budyakto yang mendapat penugasan baru memimpin Kodam V/Brawijaya.

Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan panjang karier militer Putra Widiastawa. Setelah bertahun-tahun ditempa melalui berbagai penugasan, mulai dari pasukan khusus, satuan tempur, wilayah perbatasan, Kostrad hingga Mabes TNI, kini ia kembali ke tanah kelahirannya dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar.

Bagi Mayjen TNI Putra Widiastawa, Bali bukan sekadar wilayah teritorial yang berada di bawah tanggung jawab komando. Bali merupakan tanah kelahirannya. Ia lahir di Singaraja, Buleleng, pada 3 April 1971, sebelum perjalanan hidup membawanya menempuh pendidikan militer dan mengabdi di berbagai penjuru Indonesia.

Kepercayaan sebagai Pangdam IX/Udayana sekaligus menempatkan perwira lulusan Akademi Militer 1995 tersebut pada posisi strategis. Kodam IX/Udayana memiliki wilayah tanggung jawab yang mencakup Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, kawasan dengan karakteristik geografis, sosial, budaya, keamanan serta dinamika perbatasan yang beragam.

Bintang Dua Setelah Perjalanan Panjang

Sebelum dipercaya memegang tongkat komando Kodam IX/Udayana, Putra Widiastawa memperoleh kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal TNI pada 30 September 2026.

Bintang dua di pundaknya menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang prajurit yang tumbuh dan ditempa dari satuan operasional.

Putra merupakan perwira kecabangan Infanteri dengan latar belakang kuat di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sebelum dipercaya memimpin Kodam IX/Udayana, ia menjabat Inspektur Kopassus, jabatan yang dipercayakan kepadanya sejak 15 Agustus 2025.

Kembalinya Putra ke lingkungan Korps Baret Merah ketika itu seperti membawa dirinya kembali ke akar perjalanan militernya. Sebab, pada masa awal pengabdian, ia juga dibesarkan di lingkungan Kopassus.

Ditempa dari Grup 2 Kopassus

Jejak pengabdian Putra Widiastawa bermula dari Grup 2 Kopassus. Sebagai perwira muda, ia menjalani berbagai penugasan dan pernah menduduki sejumlah posisi, mulai dari komandan peleton hingga bidang intelijen dan operasi.

Lingkungan pasukan khusus menjadi salah satu tempat yang membentuk pengalaman kepemimpinan dan kemampuan operasionalnya.

Perjalanan kariernya kemudian berkembang ke berbagai satuan lain di TNI AD. Putra pernah dipercaya menjadi Wakil Komandan Batalyon Infanteri 600/Raider, sebelum menjalankan tugas kewilayahan sebagai Kasdim 0906/Tenggarong.

Kariernya berlanjut di jajaran Divisi Infanteri 1 Kostrad. Ia dipercaya menduduki jabatan Kepala Seksi Operasi Divif 1 Kostrad, sebuah posisi yang erat dengan perencanaan serta pengendalian kegiatan operasional satuan.

Pada 2011, Putra kemudian dipercaya menjadi Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Dirgahayu.

Penugasan demi penugasan tersebut memperkaya pengalaman Putra, bukan hanya dalam memimpin personel, tetapi juga dalam memahami perencanaan operasi, pembinaan satuan serta pengambilan keputusan di lapangan.

Menjaga Perbatasan Indonesia–Malaysia

Pada 2013, Putra mendapat kepercayaan sebagai Komandan Kodim 0911/Nunukan.

Penugasan di Nunukan memiliki arti tersendiri karena wilayah tersebut berada di Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Karakteristik daerah perbatasan menuntut kemampuan untuk memadukan pendekatan pertahanan, pembinaan teritorial serta komunikasi dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Selepas dari Nunukan, karier Putra kembali bergerak ke lingkungan satuan operasional. Ia dipercaya sebagai Waasops Kasdivif 1 Kostrad.

Pada 2015, tanggung jawab yang lebih besar kembali diberikan kepadanya ketika dipercaya menjabat Komandan Brigade Infanteri 22/Ota Manasa.

Dipercaya Memimpin Upacara HUT RI di Istana Merdeka

Salah satu momentum yang turut menandai perjalanan karier Putra terjadi pada 17 Agustus 2016.

Saat masih berpangkat Kolonel Infanteri, Putra Widiastawa mendapat kehormatan menjadi Komandan Upacara Peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.

Menjadi komandan upacara dalam peringatan kemerdekaan di Istana merupakan sebuah kepercayaan penting bagi seorang perwira TNI.

Setelah momentum tersebut, Putra terus mendapatkan berbagai penugasan strategis.

Pada 2017, ia dipercaya menjadi Asisten Operasi Kasdam XIII/Merdeka, kemudian pada 2018 menjabat Wakil Komandan Rindam XIII/Merdeka.

Pada 2019, Putra juga tercatat menjalankan penugasan sebagai Perwira Liaison Officer BNPB serta Paban II/Orstra Sops TNI.

Rangkaian penugasan itu memperluas pengalaman Putra dari tingkat satuan tempur dan kewilayahan menuju lingkup perencanaan serta pengendalian strategis di tingkat TNI.

Dipercaya Mengendalikan Operasi TNI

Perjalanan tersebut kemudian membawa Putra ke salah satu posisi strategis di lingkungan Markas Besar TNI, yakni Kepala Pusat Pengendalian Operasi TNI (Kapusdalops TNI).

Jabatan tersebut diembannya pada periode 2022 hingga 2024.

Posisi Kapusdalops memiliki keterkaitan erat dengan pengendalian operasi serta koordinasi kegiatan operasional TNI. Pengalaman tersebut semakin melengkapi perjalanan karier Putra yang sebelumnya telah ditempa di satuan khusus, satuan tempur, Kostrad dan komando kewilayahan.

Pada April 2024, jabatan Kapusdalops TNI yang diemban Putra kemudian diserahterimakan kepada pejabat penggantinya.

Selepas dari jabatan tersebut, Putra masuk dalam jajaran Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat.

Kembali ke Korps Baret Merah

Setelah menjalankan penugasan di lingkungan Staf Khusus KSAD, Putra kembali ke Kopassus.

Pada 15 Agustus 2025, ia mendapat kepercayaan menjadi Inspektur Kopassus.

Jabatan tersebut memiliki fungsi penting dalam pengawasan internal organisasi. Bagi Putra, penugasan ini sekaligus menjadi kepulangan ke korps tempat dirinya ditempa pada awal karier.

Kemudian pada 30 September 2026, pangkatnya meningkat satu tingkat menjadi Mayor Jenderal TNI.

Kenaikan pangkat itu menjadi tonggak penting setelah lebih dari tiga dekade pengabdian sejak lulus dari Akademi Militer pada 1995.

Dari Singaraja, Kembali Mengabdi untuk Bali dan Nusa Tenggara

Kini perjalanan tersebut memasuki fase baru.

Mayjen TNI Putra Widiastawa Dwi Agung Susilo dipercaya memegang tongkat komando Kodam IX/Udayana.

Bagi jenderal kelahiran Singaraja itu, amanah tersebut memiliki dimensi tersendiri. Setelah perjalanan panjang dari Grup 2 Kopassus, Kostrad, perbatasan Nunukan, komando kewilayahan, Mabes TNI hingga kembali ke Korps Baret Merah, kini tugas membawanya pulang ke wilayah tempat ia dilahirkan.

Namun, tugas Pangdam IX/Udayana tentu tidak berhenti pada Bali.

Wilayah Kodam IX/Udayana membentang hingga Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Karakter wilayah kepulauan, kawasan perbatasan, destinasi pariwisata internasional hingga keragaman sosial masyarakat menjadikan komando ini memiliki tantangan tersendiri.

Pengalaman Putra di satuan tempur, wilayah perbatasan, operasi, teritorial dan pengawasan menjadi modal penting dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.

Sebagai Pangdam, ia juga dituntut memperkuat sinergi TNI dengan pemerintah daerah, Polri, lembaga terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama serta seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.

Pulang Membawa Amanah

Perjalanan Mayjen TNI Putra Widiastawa menjadi gambaran panjang pengabdian seorang prajurit.

Dari seorang perwira muda di Grup 2 Kopassus, memimpin batalyon, menjalankan tugas di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, memimpin brigade, dipercaya menjadi Komandan Upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, terlibat dalam pengendalian operasi di tingkat Mabes TNI hingga menjadi Inspektur Kopassus.

Kini, perjalanan itu membawanya kembali ke tanah kelahirannya.

Bukan sekadar pulang sebagai putra Bali, tetapi pulang membawa amanah sebagai Panglima Kodam IX/Udayana.

Bintang dua kini melekat di pundaknya. Bersamaan dengan itu, tanggung jawab besar menanti untuk menjaga stabilitas keamanan, memperkuat pertahanan wilayah serta memastikan kehadiran TNI memberikan manfaat bagi masyarakat di Bali dan Nusa Tenggara.

Dari Singaraja menuju berbagai medan pengabdian, lalu kembali ke Bali sebagai Pangdam IX/Udayana, perjalanan Mayjen TNI Putra Widiastawa Dwi Agung Susilo memasuki lembaran baru.

Sebuah perjalanan panjang seorang prajurit yang kini kembali ke tanah kelahirannya—bukan hanya untuk pulang, tetapi untuk mengabdi dan menjaga Udayana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!