Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

15 Tahun Menahan Luka, Lansia di Sumberbaru Jember Disiapkan untuk Penanganan Spesialis

JEMBER – Jejakindonesia.news || Pemerintah Kabupaten Jember bergerak menangani kondisi Amze Suminah, lansia berusia 71 tahun asal Kecamatan Sumberbaru yang selama 15 tahun mengalami luka kronis pada bagian kaki.

Selain menyiapkan penanganan medis lanjutan, pemerintah daerah juga mencari solusi atas kendala pendampingan yang sempat menghambat proses rujukan pasien.

Langkah tersebut dilakukan setelah jajaran Pemkab Jember meninjau langsung kondisi Amze Suminah pada Sabtu (10/10/2026) malam. Peninjauan dipimpin Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Jember, Deni Irawan, mewakili Bupati Jember Gus Fawait, bersama Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, luka yang dialami pasien tergolong serius karena telah mencapai jaringan otot hingga tulang.

Kondisi tersebut membutuhkan penanganan dokter spesialis bedah dan tindakan medis yang tidak dapat dilakukan secara optimal di tingkat puskesmas.

Kepala Puskesmas Rowotengah, dr. Titis Sulistyowati, M.Kes., mengatakan pasien sebelumnya telah mendapatkan pelayanan melalui program Homecare.

Namun, lamanya perjalanan penyakit membuat penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan medis lebih lengkap menjadi kebutuhan mendesak.

“Pak Amze ini memang sudah mengalami luka pedis atau luka di kaki itu selama 15 tahun,” ujar dr. Titis.

Ia menjelaskan, kedalaman luka mengharuskan proses pembersihan dilakukan dengan prosedur khusus, termasuk pembiusan.

Penanganan tersebut diperlukan agar jaringan yang mengalami infeksi dapat dibersihkan secara menyeluruh.

“Karena lukanya sudah sampai ke tulang karena 15 tahun, sudah sampai ke otot, tulang, sehingga untuk membersihkan luka ini perlu membutuhkan pembiusan,” jelasnya.

Menurutnya, perawatan di puskesmas memiliki keterbatasan untuk menangani infeksi yang telah mencapai jaringan bagian dalam. Karena itu, pasien membutuhkan tindakan lanjutan oleh tenaga medis dengan kompetensi dan fasilitas yang sesuai.

Puskesmas Rowotengah pun telah berkoordinasi dengan dokter spesialis bedah melalui layanan telemedicine. Hasil koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan rujukan agar pasien memperoleh penanganan sesuai kondisi medisnya.

Di sisi lain, proses rujukan sebelumnya sempat terkendala karena pasien tidak memiliki anggota keluarga yang dapat mendampingi saat dibawa ke RSD dr. Soebandi. Situasi ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar keterbatasan pendamping tidak kembali menghambat akses pasien terhadap layanan kesehatan.

Kepala Dinkes PPKB Jember, Deni Irawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mengatasi kendala tersebut. Petugas Layanan Rujukan Terpadu (LRT) disiapkan untuk mendampingi pasien secara bergantian.

Pelibatan petugas pendamping diharapkan dapat membantu kelancaran proses rujukan sekaligus memastikan pasien memperoleh akses terhadap penanganan medis lanjutan.

Kasus Amze Suminah menjadi perhatian lintas organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Jember.

Penanganannya tidak hanya berfokus pada kondisi luka yang membutuhkan tindakan spesialis, tetapi juga pada persoalan sosial yang dapat menghambat pasien mendapatkan pelayanan kesehatan.

Dengan koordinasi antara Dinkes PPKB, Dinas Sosial, dan fasilitas kesehatan, Pemkab Jember berupaya memastikan kebutuhan medis pasien tetap menjadi prioritas, termasuk ketika keterbatasan dukungan keluarga menjadi kendala dalam proses pengobatan.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!