BANYUWANGI — jejakindonesia.news||Akademi Diponegoro United (ADU) mengikutsertakan pemain kelompok usia 8, 10, dan 12 tahun dalam kompetisi trofeo cup yang digelar klub Perseba Bakungan di Banyuwangi, Minggu (11/10/2026). Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan teknik dan membangun kerja sama permainan para pemain usia dini.
Kompetisi tersebut diikuti tiga tim, yakni Akademi Diponegoro United, Perseba Bakungan Glagah, dan Putra BTB dari Kabupaten Jember. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menguji kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman bertanding menghadapi tim lain.
Pelatih ADU, Yudha Okta Mahendra, yang akrab disapa Coach AO, mengatakan kompetisi tersebut dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan anak didiknya. Menurut dia, para pemain selama ini juga rutin mengikuti pertandingan sebagai bagian dari proses pembinaan.
“Tujuan kami mengikuti kegiatan ini untuk mengasah kemampuan anak-anak. Selama ini mereka juga rutin bertanding agar semakin terbiasa menghadapi situasi pertandingan,” ujarnya.
Coach AO menambahkan, pengalaman mengikuti kursus pelatih Lisensi D Nasional PSSI di Bali beberapa waktu lalu turut menjadi bekal dalam menerapkan metode latihan kepada para pemain.
Menurut dia, penerapan materi yang diperoleh selama kursus mulai menunjukkan perkembangan dalam permainan tim, terutama dalam membangun ritme permainan dan kerja sama antarpemain.
“Setelah mengikuti Kursus Pelatih Lisensi D Nasional PSSI di Bali, materi yang saya dapatkan mulai saya terapkan kepada anak-anak. Hasilnya, mereka mulai menemukan ritme permainan dan membangun chemistry satu sama lain,” katanya.
Dalam kompetisi tersebut, ADU kelompok usia 8 dan 10 tahun masing-masing menempati posisi ketiga. Sementara itu, tim kelompok usia 12 tahun berhasil meraih posisi kedua.
Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, baik dari aspek teknik individu, pemahaman taktik, maupun koordinasi antarpemain.
Bagi ADU, kompetisi usia dini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan kemampuan dan mental bertanding pemain. Melalui agenda pertandingan yang berkelanjutan, akademi berharap para pemain dapat terus berkembang dan memperoleh pengalaman kompetitif sejak usia muda.













