Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Atasi Kemacetan Ramadan, Pemkab Jember Berlakukan Sistem Satu Arah di Kawasan Kampus

JEMBERJejakindonesia.news // Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa Sistem Satu Arah (SSA) di kawasan sekitar kampus guna mengurai kemacetan yang meningkat selama bulan Ramadan. Kebijakan tersebut diberlakukan mulai 13 hingga 19 Maret 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, mengatakan kepadatan arus kendaraan di kawasan kampus kerap terjadi menjelang waktu berbuka puasa.

Tingginya mobilitas masyarakat pada sore hari membuat pengaturan lalu lintas dengan penempatan petugas saja dinilai belum cukup efektif.

“Selama Ramadan, arus kendaraan di kawasan kampus meningkat signifikan, terutama menjelang berbuka puasa. Karena itu kami menerapkan sistem satu arah agar arus lalu lintas bisa lebih tertib dan kemacetan dapat diminimalkan,” kata Gatot, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, penerapan SSA dilakukan setiap hari pada pukul 15.30 hingga 18.00 WIB, menyesuaikan dengan waktu puncak aktivitas masyarakat pada sore hari.

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut, Dishub Jember menerjunkan 36 personel gabungan yang terdiri dari 24 petugas Dishub dan 12 anggota Satuan Lalu Lintas Polres Jember.

Mereka disiagakan di sejumlah titik strategis guna memastikan arus kendaraan tetap lancar selama rekayasa lalu lintas berlangsung.

Selain pengaturan arus kendaraan, petugas gabungan juga melakukan penertiban parkir di sejumlah ruas jalan, khususnya di kawasan yang dikenal sebagai Segitiga Emas.

Penertiban dilakukan terhadap kendaraan yang parkir sembarangan maupun keberadaan juru parkir liar yang dinilai berpotensi menghambat kelancaran lalu lintas.

Dishub Jember juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan sistem satu arah tersebut. Informasi disampaikan melalui media sosial resmi pemerintah daerah serta melalui koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, hingga pengurus lingkungan setempat.

Pemerintah daerah berharap penerapan rekayasa lalu lintas ini dapat mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan kampus selama bulan Ramadan.

Dodik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *