Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Bupati Jember Soroti Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi, Gus Fawait Tegaskan Pengawasan Akan Diperketat

JemberJejakindonesia.news // Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas praktik penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diduga terjadi di wilayah Kabupaten Jember.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya temuan dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil, khususnya petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro.

Menurut Gus Fawait, praktik curang semacam itu tidak hanya merugikan negara, tetapi juga secara langsung menghambat aktivitas ekonomi masyarakat yang benar-benar bergantung pada BBM bersubsidi.

“Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat hak masyarakat kecil disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya kepada awak media, Minggu (15/3/2026) dini hari.

Sebagai langkah awal, Gus Fawait menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperketat pengawasan terhadap proses distribusi BBM subsidi di lapangan.

Salah satu fokus utama adalah pengetatan mekanisme penerbitan rekomendasi pembelian BBM subsidi.

Ia menegaskan bahwa proses pengawasan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap administrasi hingga penyaluran kepada penerima manfaat.

“Kami akan memperketat proses penerbitan rekomendasi BBM subsidi dan meningkatkan pengawasan agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Selain penindakan terhadap dugaan mafia subsidi, Pemerintah Kabupaten Jember juga mulai menerapkan langkah-langkah efisiensi dalam penggunaan bahan bakar di lingkungan pemerintahan.

Salah satu kebijakan yang mulai diterapkan adalah penggunaan kendaraan dinas secara bersama dalam kegiatan kedinasan.

Langkah ini diambil untuk menekan konsumsi BBM sekaligus mendukung kebijakan efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Di internal pemerintah daerah kami juga mulai menerapkan efisiensi, misalnya saat menghadiri kegiatan diupayakan menggunakan satu kendaraan bersama, tidak lagi berangkat masing-masing dengan mobil dinas,” jelasnya.

Gus Fawait berharap pengawasan yang lebih ketat dan langkah efisiensi tersebut dapat mencegah praktik penyalahgunaan subsidi sekaligus memastikan distribusi BBM bersubsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Pemerintah Kabupaten Jember, lanjutnya, akan terus memantau situasi di lapangan guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian dan perikanan yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM bersubsidi.

Dodik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *