Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Bupati “Ngantor di Desa”, PAN Jember: Efektif Pangkas Birokrasi dan Perkuat Layanan Publik

JemberJejakindonesia.news // Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menuai apresiasi dari Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) setempat. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kedekatan pemerintah dengan masyarakat.

Ketua DPD PAN Jember, Abdus Salam Alamsyah, mengatakan kehadiran langsung bupati bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di desa menjadi langkah strategis dalam memangkas rantai birokrasi. Warga, kata dia, kini dapat mengakses layanan serta menyampaikan aspirasi tanpa harus datang ke pusat pemerintahan.

“Pendekatan ini membuat pelayanan lebih cepat, tepat sasaran, dan efisien. Pemerintah juga bisa langsung mengetahui kondisi riil di lapangan,” ujar Abdus Salam, Rabu (25/3/2026).

Menurut dia, pola jemput bola yang diterapkan melalui program tersebut tidak hanya berdampak pada percepatan layanan administrasi, tetapi juga memberikan efek psikologis positif bagi masyarakat. Interaksi langsung dengan kepala daerah dinilai meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Selain program Bunga Desaku, PAN Jember turut menyoroti sejumlah kebijakan lain yang dinilai berjalan efektif, di antaranya perluasan cakupan jaminan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC) serta pemberian beasiswa bagi mahasiswa. Kedua program tersebut dianggap sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas sumber daya manusia.

Di sektor konektivitas, kembali beroperasinya penerbangan dari Bandara Notohadinegoro dengan rute Jember–Bali dan Jember–Jakarta juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Akses transportasi udara tersebut diyakini dapat mendorong investasi serta membuka peluang pengembangan potensi daerah.

Sementara itu, Camat Tempurejo, Mohammad Najmul Huda, menyampaikan bahwa pelaksanaan program Bunga Desaku di wilayahnya mendapat respons tinggi dari masyarakat. Warga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

“Partisipasi masyarakat cukup tinggi. Mereka merasa lebih mudah menyampaikan aspirasi dan mendapatkan penjelasan langsung dari pemerintah,” kata Najmul.

Ia menambahkan, pola komunikasi terbuka yang dibangun melalui program tersebut dinilai efektif dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah.

Oleh karena itu, pihaknya berharap program Bunga Desaku dapat terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *