Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Dekopinda Jember 2026–2030 Resmi Dilantik, Dorong Kebangkitan Koperasi Daerah

JemberJejakindonesia.news // Kepengurusan baru Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Jember (Dekopinda) masa bakti 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jumat (13/3/2026). Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), jajaran pemerintah daerah, serta para pegiat koperasi dari berbagai sektor.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi penguatan gerakan koperasi di Jember.

Kehadiran kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat konsolidasi antar koperasi sekaligus mengoptimalkan peran Dekopinda sebagai wadah gerakan koperasi di daerah sebagaimana diamanatkan dalam regulasi perkoperasian nasional.

Ketua Umum Dekopin, Bambang Haryadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya merupakan rumah besar bagi seluruh gerakan koperasi di Indonesia.

Ia menilai sinergi antara koperasi di daerah dengan kebijakan pemerintah sangat penting agar koperasi dapat berkembang lebih kuat dan berkelanjutan.

Menurutnya, koperasi tidak seharusnya hanya dipandang sebagai lembaga simpan pinjam semata.

Lebih dari itu, koperasi memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang mampu menggerakkan berbagai sektor usaha.

Oleh karena itu, berbagai jenis koperasi yang ada di daerah, termasuk koperasi unit desa yang masih aktif, perlu disinergikan dengan program pembangunan ekonomi pemerintah.

Ia juga mengingatkan bahwa salah satu tantangan utama gerakan koperasi saat ini adalah membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Selama ini, masih ada stigma yang menempatkan koperasi sebatas lembaga keuangan sederhana, padahal koperasi memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Sementara itu, Bupati Muhammad Fawait menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperkuat peran koperasi sebagai salah satu instrumen pemerataan ekonomi.

Menurutnya, konsep koperasi sangat selaras dengan nilai gotong royong yang telah lama menjadi budaya masyarakat Indonesia.

Ia menilai ke depan koperasi di Jember harus mampu menjangkau berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Dengan demikian, koperasi tidak hanya berkembang di kalangan generasi lama, tetapi juga menjadi ruang ekonomi yang menarik bagi generasi milenial maupun generasi Z.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga mendorong pengenalan nilai-nilai koperasi sejak dini melalui dunia pendidikan agar generasi muda memahami peran dan jati diri koperasi dalam pembangunan ekonomi.

Ketua Dekopinda Kabupaten Jember periode 2026–2030, Ardi Pujo Prabowo, menjelaskan bahwa kepengurusan baru telah menetapkan sejumlah program prioritas untuk lima tahun ke depan.

Salah satunya adalah meningkatkan kembali pengenalan Dekopinda kepada masyarakat luas.

Selama beberapa tahun terakhir, keberadaan organisasi tersebut dinilai belum banyak diketahui publik sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih intensif.

Selain itu, penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia koperasi juga menjadi fokus utama.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui berbagai program pelatihan, pendidikan, serta pendampingan manajemen agar koperasi dapat dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Dekopinda juga berencana memperluas jaringan kerja sama antar koperasi serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk membuka akses pasar dan permodalan yang lebih luas.

Di sisi lain, transformasi digital menjadi agenda strategis yang akan terus didorong.

Dengan memanfaatkan teknologi, koperasi di Jember diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada anggota sekaligus memperkuat daya saing di tengah perkembangan ekonomi modern.

Melalui kepengurusan baru ini, Dekopinda Jember juga menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai program strategis nasional yang berkaitan dengan pengembangan koperasi, termasuk penguatan koperasi desa sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Dodik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *