
SIAU – Jejakindonesia.news // Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Selasa (6/1/2026). Peninjauan tersebut dilakukan sebagai respons cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah di wilayah kepulauan itu.
Langkah Gubernur terhenti di tepian aliran air berlumpur yang masih menyisakan jejak kehancuran. Puing-puing kayu, bebatuan, dan material hanyut berserakan, menjadi saksi dahsyatnya banjir bandang yang menerjang permukiman warga. Dengan raut serius, Gubernur menyusuri kawasan terdampak, berhenti mendengarkan laporan lapangan, serta meninjau langsung rumah warga dan akses jalan yang rusak parah.
Peninjauan difokuskan di Lindongan III, Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, salah satu titik dengan dampak terparah. Dalam rombongan turut hadir Bupati Sitaro Chintya Kalangit, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, dan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Ricky Langie. Kehadiran unsur pimpinan lintas sektor ini menegaskan kuatnya sinergi dalam penanganan bencana.
Rombongan bertolak dari Manado menuju Siau menggunakan pesawat perintis Susi Air dengan nomor registrasi PK-BVJ, menembus jarak dan kondisi cuaca demi memastikan penanganan berjalan langsung di lapangan. Setibanya di lokasi, Gubernur berdialog dengan warga terdampak serta memantau langkah-langkah penanganan darurat yang telah dilakukan.
Sebelum berangkat ke Siau, Gubernur Yulius Selvanus memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda dan para pemangku kepentingan di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, pukul 08.00 Wita. Rapat tersebut membahas langkah antisipasi pascabencana, dengan fokus pada evakuasi, pencarian korban, serta penyelamatan warga terdampak. Seluruh unsur diminta mengerahkan dukungan maksimal, termasuk pelibatan TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara.
Bencana banjir bandang di Siau juga telah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri dan mendapat perhatian pemerintah pusat. Bantuan dari pemerintah pusat dijadwalkan segera disalurkan untuk mendukung penanganan darurat dan pemulihan awal. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara turut membuka posko bantuan kemanusiaan di lobi Kantor Gubernur Sulut, yang dikoordinasikan oleh BPBD Provinsi Sulawesi Utara.
Sehari sebelumnya, Gubernur Yulius Selvanus telah mengirimkan bantuan awal ke Pulau Siau. Bantuan tersebut diberangkatkan melalui kapal, termasuk pengerahan kapal militer untuk memastikan logistik menembus ombak dan menjangkau wilayah yang sempat terisolasi. Sekitar 500 paket logistik disiapkan, berisi beras, makanan siap saji, dan kebutuhan pokok lainnya.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa banjir bandang di Siau. Kami sangat prihatin dan akan hadir sepenuhnya membantu masyarakat,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.
Ia menegaskan, Pemprov Sulut akan memberikan dukungan maksimal, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana, melalui koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten, TNI, Polri, dan instansi terkait. “Kami berharap cuaca segera membaik agar seluruh proses penanganan berjalan lancar,” tambahnya.
Diketahui, banjir bandang dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama sekitar lima jam tanpa henti. Aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap dan menerjang permukiman warga di Kecamatan Siau Timur, meliputi Kelurahan Paniki, Paseng, Bahu, serta Kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili.
Berdasarkan data sementara, bencana ini menyebabkan 11 orang meninggal dunia, empat orang dinyatakan hilang, dan 18 orang mengalami luka-luka. Dua korban luka berat direncanakan dirujuk ke rumah sakit di Kota Manado untuk penanganan medis lanjutan. Pemerintah Kabupaten Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.
Kaperwil Sulut Marflien

