
Banyuwangi – Jejakindonesia.news // Sebuah insiden dugaan penganiayaan terjadi di area pos depan operator Gebyar Boom, Banyuwangi, pada pagi hari Minggu sekitar pukul 08.50 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan seorang operator sound system dan seorang pria yang diketahui bernama Andrew Yach.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun,
Andrew Yach datang ke lokasi sound system di sebelah barat loket saat operator berada di dalam pos. Tanpa izin, yang bersangkutan langsung mengutak-atik perangkat amplifier yang ada di lokasi tersebut.
Mengetahui hal itu, operator bernama Didik berupaya mencegah dengan mendorong Andrew menjauh dari perangkat. Namun, tindakan tersebut memicu reaksi keras dari Andrew yang kemudian diduga melakukan pemukulan sebanyak dua kali terhadap Didik.
Situasi sempat memanas hingga akhirnya dilerai oleh sejumlah saksi di lokasi, di antaranya petugas keamanan Bagas, Naruji, serta beberapa pihak lain yang berada di area kegiatan. Setelah kejadian tersebut, Andrew diketahui langsung meninggalkan lokasi dengan kendaraan dan masuk ke area dalam.
Sejumlah saksi lain yang berada di tempat kejadian antara lain Nuryasin, Budiman, Catri, Yusuf, Bagus, Hendra, serta panitia kegiatan Gebyar Boom lainnya. Hingga saat ini, peristiwa tersebut telah dilaporkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Menanggapi insiden ini, Mujiono, salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Mandar, Banyuwangi, menyampaikan sikap tegas agar kasus tersebut segera diselesaikan secara adil dan terbuka. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan menghormati norma yang berlaku di masyarakat.
“Kasus ini harus segera diselesaikan. Jika tidak ada penyelesaian yang jelas, maka akan ada sikap perlawanan dari masyarakat. Sebagai pengusaha, apalagi jika seorang WNA, harus memiliki etika, kesopanan, serta mampu menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Silakan berusaha, namun harus memahami nilai-nilai yang dijunjung masyarakat,” tegas Mujiono.

