
Jember – Jejakindonesia.news // Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat kolaborasi dengan Perum Bulog dalam rangka memastikan distribusi bantuan pangan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Upaya tersebut ditandai dengan kehadiran Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam kegiatan sosialisasi penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan sosialisasi dipimpin oleh Kepala Bulog Jember, M. Ade Saputra, dan diikuti oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, serta unsur TNI dan Polri.
Forum ini menjadi sarana penyamaan persepsi terkait mekanisme teknis penyaluran bantuan agar pelaksanaan di lapangan berjalan efektif dan minim kendala.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait menyampaikan bahwa distribusi bantuan pangan dijadwalkan mulai akhir Maret 2026. Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
Sebagai langkah penguatan data, Pemkab Jember juga menyiapkan skema pendataan melalui pemasangan penanda di rumah penerima bantuan. Penanda tersebut akan digunakan sebagai instrumen pendukung sinkronisasi data dengan Badan Pusat Statistik (BPS), tanpa mencantumkan label yang berpotensi menimbulkan stigma sosial.
Pemerintah daerah memastikan bahwa desain penanda tetap mengedepankan aspek etika dengan hanya mencantumkan keterangan “Bantuan Pangan”, disertai identitas visual yang relevan. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data tanpa mengurangi rasa hormat terhadap penerima manfaat.
Di sisi lain, langkah percepatan pengentasan kemiskinan juga diperkuat melalui keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam proses verifikasi dan validasi data, khususnya bagi masyarakat pada kelompok desil 1 dan desil 2. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi terpadu yang dijalankan oleh Satgas Pengentasan Kemiskinan Kabupaten Jember.
Bupati Fawait mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, Jember menjadi daerah dengan pertumbuhan penerima bantuan pangan terendah di Jawa Timur.
Capaian ini dinilai sebagai indikator awal adanya tren penurunan angka kemiskinan di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Jember pun menargetkan jumlah penduduk miskin dapat ditekan hingga di bawah 200 ribu jiwa. Target tersebut menjadi tonggak penting, mengingat selama satu dekade terakhir angka kemiskinan di Jember belum pernah berada di bawah ambang tersebut.
(Dodik)

