Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Kapolres Bengkalis Diduga Tutup Mata Atas Maraknya Perjudian Gelper di Duri Kecamatan Mandau disebut Loit Sebagai Bandar

Bengkalis,- Jejakindonesia.news //
Perjudian gelanggang permainan atau bisa disebut judi tembak ikan sejak lama merajalela di kabupaten Bengkalis hingga saat ini Kapolres AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si. tutup mata.

Hasil investigasi dilapangan, penjelasan dari Mak Karpet sebagai pemilik warung atau lapak judi Gelper saat di konfirmasi sebut bandar judi Gelper di Duri 13 inisial Lt,”

Ini mesin judi Gelper punya bang LT pak tukang bongkarnya IJAL TANJUNG kalau mau konfirmasi dengan mereka saja saya tidak dapat memberikan keterangan soal judi diwarung saya di kilo meter 13 duri sebab mereka hanya bayar lapak atau tempat mesin perjudian Gelper saja ke saya.

Ijal selaku tukang bongkar saat di konfirmasi media ini menjelaskan saya hanya tukang bongkar bg mesin judi itu kepunyaan LT jika perlu konfirmasi langsung saja dengan beliau.

LT saat di konfirmasi media ini memberikan klarifikasi terkait munculnya namanya disebut sebagai bandar Gelper dan tidak mengakui bahwa mesin judi Gelper di kilo meter 13 Duri sebagai bandanya,”

Saya gak tau terkait mesin judi Gelper itu saya sekarang lagi gak buka bodoh itu siapa yang jual nama saya ujar LT.

Praktik perjudian jenis Gelper (gelanggang permainan) di Duri masih bebas beroperasi sedikitnya lima lokasi disebut-sebut aktif menjalankan aktivitas perjudian dengan dugaan adanya aliran setoran kepada sejumlah oknum aparat.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan masyarakat, lima tempat gelper tersebut berada di beberapa titik strategis di Duri, yakni Duri 13 dan Sibanga yang juga disebut sebagai salah satu lokasi perjudian yang ramai pengunjung.

Sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, operasional tempat-tempat gelper tersebut diduga berjalan mulus karena adanya dugaan setoran rutin setiap bulan kepada oknum aparat.

“Informasinya, setoran itu sudah berjalan hampir lama. Nilainya juga tidak kecil,” ujar sumber tersebut.

Disebutkan pula, dugaan setoran mencapai Rp100 juta per bulan untuk tingkat Kapolda, sementara Kapolres dan Dir masing-masing sekitar Rp50 juta per bulan. Selain itu, setiap Kapolsek di wilayah tempat gelper beroperasi diduga menerima sekitar Rp10 juta per bulan sebagai bentuk “pengamanan”.

Jika informasi tersebut benar, maka praktik perjudian ini diduga menjadi bisnis ilegal bagi aparat penegak hukum dengan aliran uang yang sangat besar setiap bulannya mengalahkan gaji dari negara.

Keberadaan tempat-tempat gelper ini pun memicu pertanyaan publik. Pasalnya, aktivitas perjudian yang berlangsung di lokasi yang cukup dikenal masyarakat tersebut seolah tidak tersentuh penindakan hukum diwilkum Polres Bengkalis.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya Divisi Propam Polri dan Mabes Polri, untuk turun tangan melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan praktik perjudian dan aliran setoran kepada oknum aparat di Polda Riau, Polres dan Polsek.

Selain itu, penegakan hukum yang tegas dinilai penting agar citra institusi kepolisian tidak tercoreng lebih buruk oleh perbuatan segelintir jabatan tertinggi demi mencari kekayaan dari hasil dugaan praktik “beking” terhadap bisnis ilegal.

Ketua LSM ABRI Riau ANTONIO HASIBUAN menghimbau kepada TNI dan Polri segera berantas peraktik Backup oleh oknum yang tidak bertanggungjawab atas perilaku mencoreng nama institusi Backup Mafia Tambang galian C ilegal, Mafia CPO, Mafia BBM, Judi Togel dan Judi Gelper diwilkum Polda Riau demi mencari kekayaan menggunakan pangkat dan jabatan. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *