Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Kapolri “Ganas” Berantas Tambang Ilegal di Sulut, Bareskrim Siapkan Jerat TPPU: Aliran Duit Dibongkar, Aset Disita

ManadoJejakindonesia.news // Sinyal keras datang dari pucuk pimpinan Polri. Komitmen bersih-bersih tambang ilegal di Sulawesi Utara bukan lagi sekadar wacana. Informasi yang dihimpun dari internal penegak hukum menyebutkan, jajaran Badan Reserse Kriminal Polri tengah mematangkan langkah besar: membongkar tambang ilegal hingga ke hulu dan hilir, termasuk menjerat para pemainnya dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Target berikutnya disebut-sebut mengarah ke wilayah Manado dan sekitarnya. Nilai kerugian negara dari aktivitas tambang tanpa izin di kawasan ini diduga mencapai angka fantastis. Bukan hanya soal penggalian emas ilegal, tetapi juga dugaan sistem distribusi dan pencucian hasil kejahatan yang sudah berjalan lama.

Pendekatan TPPU menjadi senjata pamungkas. Dengan skema ini, penyidik tak hanya memburu penambang di lapangan, tetapi juga membidik aktor intelektual, pemodal, hingga pihak yang diduga menampung dan memperjualbelikan emas hasil tambang ilegal. Aliran dana akan ditelusuri, rekening dibekukan, aset disita.

Sumber menyebutkan, penindakan kali ini tidak main-main. Siapa pun yang terlibat dalam mata rantai bisnis tambang ilegal, baik sebagai pelaku utama maupun penikmat hasil, berpotensi terseret. Bahkan pedagang emas diingatkan untuk tidak bermain api.

Menerima emas tanpa memastikan asal-usulnya dari lokasi berizin (IUP resmi) bisa berujung pidana. Dalam rezim TPPU, keuntungan yang dinikmati dari hasil kejahatan dapat dirampas negara. Artinya, bukan hanya pelaku tambang yang terancam, tetapi juga pihak yang memperdagangkan atau membantu menyamarkan hasilnya.

Langkah tegas ini dinilai sebagai upaya memutus praktik mafia tambang yang selama ini sulit disentuh karena kuatnya jaringan dan permainan di balik layar. Jika benar dijalankan konsisten, operasi ini berpotensi menjadi gelombang besar pemberantasan tambang ilegal di Sulawesi Utara.

Kini pesan aparat jelas: berhenti sebelum terlambat.

Agus Flores

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *