Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Kolaborasi Pengembangan Internal Trainer Pool BPR/S

Semarang II Jejaindonesia.news – Dalam upaya mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS 2024 – 2027, penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang baik merupakan salah satu faktor terpenting bagi BPR dan BPRS dalam menghadapi risiko dan tantangan baik dari internal maupun eksternal yang semakin banyak dan kompleks, serta untuk dapat terus tumbuh dan berkembang. Selain itu, manajemen risiko dan tata kelola yang baik juga menjadi persyaratan penting bagi BPR dan BPRS untuk dapat menerbitkan produk dan layanan baru dalam rangka peningkatan daya saingnya.
Sebagaimana arah kebijakan tersebut, agar penerapan tata kelola dan manajemen risiko di industri BPR dan BPRS dapat lebih optimal, perlu dilakukan sejumlah upaya, baik yang dilakukan oleh industri BPR dan BPRS melalui budaya sadar tata kelola, risiko dan kepatuhan (Governance, Risk & Compliance/GRC) dan tentu saja dengan SDM yang berkualitas. Oleh karena itu, untuk mendukung penerapan manajemen risiko (MR) di BPR dan BPRS anggota DPP Perbarindo, DSIK bersama dengan DPP Perbarindo telah melaksanakan pelatihan pelatihan MR modul 1 – 4 dari DSIK di beberapa provinsi di Indonesia, dimana pendekatan modul ini adalah penerapan manajemen risiko bagi Pengurus dan karyawan BPR.
Sebagai tindak lanjut kerja sama DSIK dan DPP Perbarindo untuk keberlanjutan implementasi pelatihan MR di BPR/S pada masa yang akan datang, DSIK dan DPP Perbarindo menginisiasi pembentukan Trainer Pool Manajemen Risiko. Tujuannya, sebagaimana arah kebijakan Roadmap BPR/S di atas, agar budaya sadar tata kelola, risiko dan kepatuhan (Governance, Risk & Compliance/GRC) dan SDM yang berkualitas terkait manajemen risiko dapat terus diterapkan melalui pelatihan pelatihan MR yang dapat diantarkan oleh Pelatih internal BPR, kepada pengurus dan karyawan BPR dan BPRS anggota Perbarindo.
Sejalan dengan pengalaman Bank Sparkasse Jerman yang tergabung dalam Sparkasse Finance Group yang telah berdiri selama lebih dari 200 tahun, German Sparkassenstiftung melihat pengalaman tersebut akan sangat bermanfaat mendukung pengembanan industri BPR/S di Indonesia, dimana Sparkasse memiliki beberapa Sparkasse Academy dan satu Sparkasse University. Didukung dengan adanya Asosiasi Sparkasse yang kuat di Jerman, sebagaimana disampaikan oleh Michael Kuehl, Senior Advisor German Sparkassenstiftung Asia.
Evi Damayanti, Kepala Bidang Humas DPP Perbarindo menyampaikan dalam sambutan pembukaannya bahwa DPP Perbarindo melihat pengalaman Sparkasse Jerman perlu di tularkan kepada industry BPR/S Indonesia agar semua dapat belajar dari proses yang telah berjalan di Sparkasse Jerman. Secara terpisah, Dadi Sumarsana selaku Ketua DPD Perbarindo Jawa Tengah menyampaikan dukungannya atas setiap upaya mendukung peningkatan kapasitas karyawan BPR/S mengingat Sumber Daya Manusia (SDM) seharusnya dipandang sebagai bagian yang sangat penting dalam pengembangan industri, oleh karena itu DPD Perbarindo Jawa Tengah sangat mendukung inisiasi pembentukan trainer pool tersebut.
Lebih lanjut, Michael Kuehl meminta peserta untuk memanfaatkan kesempatan belajar selama 5 hari kedepan sebaik baiknya.nantinya juga berlanjut melalui media sosial yang telah dibentuk untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Kegiatan Perlatihan bagi Pelatih/ Training of Tainer (ToT) dilaksakan selama 5 hari di Semarang, dengan dukungan dari Kantor OJK Jawa Tengah yang menyediakan ruangan, pada tanggal 3-7 Februari 2026. Dalam kegiatan ini, German Sparkassenstiftung mengandeng Riwani Globe, lembaga pelatihan yang telah berpengalaman secara nasionl maupun internasional. (M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *