
Jember – Jejakindonesia.news // Pemerintah Kabupaten Jember menggelar tradisi kupatan bersama masyarakat di Pendopo Wahyawibawagraha pada Rabu (25/3/2025) sebagai bagian dari perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah tahun ini tidak menyelenggarakan open house dan memilih mengedepankan tradisi kupatan. Langkah itu diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap arahan pemerintah pusat terkait pola perayaan Idul Fitri.
Menurutnya, perayaan Idul Fitri tidak semata bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat relasi sosial di tengah masyarakat. Tradisi kupatan dinilai mampu menghadirkan ruang interaksi yang lebih dekat antara pemerintah dan warga.
Ia menjelaskan, ibadah puasa Ramadan yang telah dijalani selama satu bulan menjadi sarana peningkatan spiritualitas. Namun, hubungan antarmanusia perlu disempurnakan melalui saling memaafkan, yang menjadi esensi dalam perayaan Idul Fitri.
Lebih lanjut, Bupati menilai tradisi kupatan merupakan bagian dari kearifan lokal yang memiliki nilai historis dan sosial. Tradisi tersebut, bersama praktik halal bihalal dan silaturahmi, menjadi ciri khas masyarakat Indonesia dalam merayakan Idul Fitri.
Selain mempererat hubungan sosial, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memanjatkan doa bersama, termasuk bagi para leluhur.
Pemerintah daerah berharap nilai kebersamaan, gotong royong, dan saling menghormati dapat terus terjaga melalui pelestarian tradisi tersebut.
Pemkab Jember menilai, penguatan tradisi lokal dapat menjadi salah satu instrumen dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
(Dodik)

