
Jember – Jejakindonesia.news // Pemerintah Kabupaten Jember memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya dalam kondisi aman.
Kepastian ini disampaikan setelah Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, melakukan pemantauan langsung ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pihak Pertamina, serta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).
Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif di tengah munculnya kekhawatiran masyarakat terkait distribusi energi.
Dalam kegiatan tersebut, tim meninjau beberapa SPBU di Kabupaten Jember, di antaranya SPBU Gebang, SPBU Ahmad Yani, SPBU Kaliwates, hingga SPBU Tawang Alun.
Dari hasil pengecekan di lapangan, pemerintah memastikan bahwa pasokan BBM masih mencukupi dan distribusi berjalan lancar.
Koordinasi dengan pihak Pertamina terus dilakukan guna memastikan suplai bahan bakar tetap terjaga hingga ke tingkat pengecer.
Pj. Sekda Jember, Akhmad Helmi Luqman, menjelaskan bahwa stok BBM yang tersedia saat ini bahkan berada di atas kebutuhan konsumsi harian normal masyarakat.
“Dari hasil pemantauan, ketersediaan BBM di Jember dalam kondisi sangat baik. Stok yang ada saat ini masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Pertamina, distribusi harian BBM ke wilayah Jember juga telah ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan.
Pada hari yang sama tercatat sekitar 580 ton Pertalite dan lebih dari 300 ton Pertamax telah disalurkan ke berbagai SPBU di Kabupaten Jember.
Pemerintah Kabupaten Jember juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang dapat menimbulkan kepanikan, termasuk melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Pemkab menegaskan bahwa pasokan energi akan terus dipantau dan ditambah apabila diperlukan.
Selain memastikan ketersediaan BBM, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas praktik penimbunan bahan bakar yang dapat merugikan masyarakat.
Pemkab Jember bersama aparat penegak hukum akan memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM, termasuk memantau aktivitas penjualan di tingkat pengecer yang berpotensi melakukan penimbunan dalam jumlah besar.
Melalui langkah pengawasan tersebut, pemerintah berharap stabilitas pasokan dan harga BBM di Kabupaten Jember tetap terjaga, sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar.
Dodik

