Banyuwangi – Jejakindonesia.news || Penutupan sementara jalur penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk hingga Lembar–Padang Bai pada momentum Hari Raya Nyepi 2026 menjadi perhatian serius bagi para pemudik. Masyarakat diimbau tidak nekat berangkat tanpa perencanaan, guna menghindari kemacetan parah dan potensi risiko di jalur penyeberangan.
Penutupan ini dipastikan akan berdampak pada lonjakan volume kendaraan di sekitar pelabuhan, khususnya di kawasan Ketapang, Banyuwangi. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi faktor penting yang harus diantisipasi para pengguna jasa transportasi laut.
Petugas mengingatkan agar pemudik mengatur jadwal perjalanan lebih awal, menyesuaikan dengan waktu penutupan pelabuhan, serta terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang, termasuk prakiraan cuaca dari BMKG.
Tak hanya itu, keselamatan menjadi prioritas utama. Para penumpang, sopir, hingga awak kapal diminta untuk selalu mematuhi standar keselamatan, seperti penggunaan alat pelindung diri serta memastikan kondisi kendaraan dan kapal dalam keadaan laik operasi.
Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., menegaskan bahwa masyarakat harus lebih waspada dalam menghadapi momentum ini.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemudik, agar mengatur jadwal perjalanan dengan baik dan tidak memaksakan diri saat penyeberangan ditutup. Utamakan keselamatan, patuhi aturan, dan selalu pantau perkembangan cuaca sebelum berangkat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian bersama instansi terkait akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan pelabuhan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Dengan langkah antisipasi yang matang, diharapkan arus mudik tetap berjalan lancar, aman, dan masyarakat dapat merayakan Hari Raya dengan nyaman tanpa kendala berarti. (GP).

