
Bali – Jejakindonesia.news // Polda Bali melaksanakan kegiatan pembacaan, pengambilan sumpah, dan penandatanganan pakta integritas dalam rangka penerimaan Taruna-Taruni Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Presisi Polda Bali, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., Karo SDM Polda Bali Kombes Pol. Agus Nugroho, S.I.K., M.H., serta Karo Rena Polda Bali Kombes Pol. Mohamad Basori, S.I.K., M.M., M.H. Turut hadir para ketua tim, pengawas internal dan eksternal, orang tua/wali, serta peserta seleksi calon anggota Polri Tahun Anggaran 2026.
Pada tahun ini, Biro SDM Polda Bali telah melakukan verifikasi terhadap 1.601 peserta pendaftar penerimaan terpadu calon anggota Polri, yang terdiri dari 95 peserta Taruna-Taruni Akpol, 1.476 peserta Bintara (PTU, Bakomsus, dan Rekpro), serta 30 peserta Tamtama.
Dalam sambutannya, Wakapolda Bali menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri merupakan tahapan strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia Polri di masa depan.
“Proses rekrutmen ini sangat menentukan wajah Polri ke depan. Oleh karena itu, seluruh tahapan harus dilaksanakan secara bersih, objektif, transparan, akuntabel, dan humanis, serta bebas dari segala bentuk penyimpangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Polda Bali berkomitmen memastikan bahwa setiap peserta yang terpilih merupakan putra-putri terbaik bangsa yang memiliki integritas, kemampuan, kesehatan, kecerdasan, serta kepribadian dan semangat pengabdian yang tinggi.
Para peserta akan mengikuti serangkaian tahapan seleksi yang ketat, mulai dari verifikasi administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi dan akademik berbasis Computer Assisted Test (CAT), tes kompetensi, mental ideologi, hingga kesamaptaan jasmani.
Menurut Wakapolda, tahapan pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas memiliki makna penting sebagai komitmen moral dan hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Kegiatan ini menjadi pengikat komitmen bersama, baik panitia, peserta, pengawas, maupun orang tua, untuk menjaga proses seleksi tetap berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme,” ujarnya.
Wakapolda juga menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan Polri dilaksanakan dengan prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Sejalan dengan prinsip tersebut, sistem seleksi kini telah berbasis teknologi informasi melalui metode CAT yang memungkinkan peserta mengetahui hasil secara langsung dan real time. Sistem ini juga meminimalisir potensi manipulasi nilai maupun intervensi pihak tertentu.
“Siapa yang memperoleh nilai terbaik, itulah yang akan lulus. Tidak ada ruang untuk titipan, tidak ada ruang untuk rekayasa, dan tidak ada ruang bagi praktik KKN,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wakapolda Bali mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dan penuh percaya diri, serta mempersiapkan diri secara maksimal, baik secara fisik maupun mental.
Kepada para orang tua dan wali, ia berpesan agar memberikan dukungan moral serta tidak mudah terpengaruh oleh oknum yang menjanjikan kelulusan dengan cara-cara tidak benar.
Di akhir sambutannya, Wakapolda Bali juga mengingatkan seluruh panitia dan pengawas agar menjalankan tugas dengan penuh integritas.
“Laksanakan proses seleksi secara profesional dan bertanggung jawab. Jangan ada ruang bagi pelanggaran sekecil apa pun, karena jika proses ini ternoda, maka yang rusak bukan hanya hasil seleksi, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” pungkasnya.

