
Jember – Jejakindonesia.news // Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Refleksi Akhir Tahun 2025 dengan tema “Setahun Berkarya, Maju Bersama Masyarakat Kabupaten Jember”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., jajaran pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Jember, perwakilan organisasi kemasyarakatan, serta para camat se-Kabupaten Jember di Wisata Hotel Rembangan pada Rabu (31/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jember memaparkan capaian pembangunan selama hampir sepuluh bulan masa kepemimpinannya.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Jember saat ini telah berada pada jalur yang benar (on the track). Meski mengakui belum sepenuhnya mencapai target akhir, ia menegaskan bahwa berbagai lompatan perubahan signifikan telah terjadi, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
“Memang belum sampai pada tujuan akhir, tetapi saya meyakini Jember sudah berada di jalur yang benar. Banyak perubahan mendasar yang mulai dirasakan masyarakat,” ujar Gus Fawait.
Dalam refleksi tersebut, Gus Fawait menyoroti keberhasilan pelaksanaan program Universal Health Coverage (UHC) yang menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Jember. Selain itu, perhatian terhadap sektor keagamaan dan pendidikan juga terus diperkuat melalui pemberian insentif bagi guru ngaji serta penyelesaian program beasiswa pendidikan yang mencakup pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga biaya hidup bagi lebih dari 7.000 mahasiswa.
“Kami ingin memastikan akses pendidikan terbuka seluas-luasnya bagi putra-putri Jember. Tidak boleh ada yang berhenti kuliah hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.
Pada sektor konektivitas, Bupati Jember menyampaikan bahwa Bandara Jember kini telah melayani penerbangan dengan rute Jakarta dan Bali. Keberadaan rute tersebut dinilai strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, dunia usaha, serta memperkuat akses Kabupaten Jember terhadap berbagai program pemerintah pusat.
“Konektivitas udara ini menjadi pintu masuk percepatan pembangunan dan mempermudah koordinasi dengan pemerintah pusat,” ungkap Gus Fawait.
Capaian penting lainnya adalah keberhasilan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember yang menembus angka Rp1 triliun. Menurut Gus Fawait, pencapaian tersebut merupakan sejarah baru sejak era otonomi daerah tahun 1999 dan berhasil direalisasikan satu tahun lebih cepat dari target yang sebelumnya ditetapkan pada 2026.
“Pecahnya angka psikologis PAD Rp1 triliun adalah bukti bahwa potensi daerah Jember sangat besar dan bisa dikelola secara optimal,” katanya.
Keberhasilan tersebut memberikan dampak lanjutan, salah satunya dengan diterimanya Kabupaten Jember sebagai penerima program revitalisasi sekolah terbesar di Indonesia. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Jember juga telah meraih 44 penghargaan di berbagai bidang sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dan inovasi daerah.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki kinerja birokrasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menatap tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Jember akan fokus pada penataan birokrasi agar bekerja lebih efektif, selaras, dan sesuai dengan alur kerja yang telah ditetapkan. Gus Fawait meyakini bahwa potensi aparatur sipil negara di Kabupaten Jember sangat besar apabila disinergikan dengan baik.
Selain penataan birokrasi, pembangunan infrastruktur fisik juga akan difokuskan pada penguraian titik-titik kemacetan, termasuk rencana pembangunan jalan layang (flyover) sebagai upaya mendukung kelancaran mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai target utama di akhir masa jabatan, Gus Fawait menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Jember secara signifikan hingga berada di bawah 200.000 jiwa.
“Seluruh program dan capaian ini bermuara pada satu tujuan, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membawa Jember keluar dari tren kemiskinan tinggi yang bertahan selama satu dekade terakhir,” pungkasnya.
Dodik

