Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250
Polri  

Satpolairud Polresta Banyuwangi Patroli Rutin Di Pesisir Pantai Cemara

Banyuwangi – Jejakindonesia.news || Di bawah hangatnya mentari pagi yang menyapa pesisir Pantai Cemara Banyuwangi, tampak suasana berbeda. Bukan sekadar patroli rutin, kehadiran anggota Satpolairud Polresta Banyuwangi kali ini terasa lebih dekat—menyapa, berbincang, dan mendengar langsung cerita masyarakat.

Duduk sederhana di warung kecil pinggir pantai, Aipda Haerul Umam terlihat akrab berbincang dengan warga. Cangkir kopi dan teh hangat menjadi saksi, bahwa keamanan tidak selalu dibangun dengan jarak, melainkan dengan kedekatan dan kepedulian.

Melalui patroli dialogis ini, pesan-pesan keselamatan disampaikan dengan bahasa yang ringan namun penuh makna. Wisatawan diingatkan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang tak menentu, menjaga anak-anak saat bermain di bibir pantai, serta mematuhi rambu-rambu demi menghindari risiko kecelakaan laut.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami hadir bukan hanya untuk mengawasi, tapi untuk mengingatkan dan melindungi,” tutur Aipda Haerul Umam dengan penuh kehangatan.

Senada dengan itu, Aiptu I Gede Eka D menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat. Menurutnya, keamanan kawasan wisata akan terjaga apabila semua pihak saling peduli dan tidak ragu melaporkan hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Di sisi lain, Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., menegaskan bahwa patroli dialogis menjadi bagian dari upaya preventif yang humanis.

“Kami ingin masyarakat merasa aman sekaligus nyaman. Kehadiran kami adalah bentuk pelayanan, agar setiap momen di tempat wisata bisa dinikmati tanpa rasa khawatir,” ujarnya.

Tak hanya soal keamanan, himbauan menjaga kebersihan juga terus digaungkan. Sampah yang dibuang pada tempatnya bukan sekadar kebiasaan baik, tetapi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keindahan alam Banyuwangi.

Dengan cuaca cerah, ombak yang relatif landai, dan angin yang bersahabat, aktivitas wisata pun berjalan lancar. Namun di balik itu semua, ada kehadiran aparat yang siaga—bekerja dengan hati, menyatu dengan masyarakat.

Sejalan dengan semangat “Mari Jogo Jawa Timur, Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” masyarakat juga diimbau memastikan keselamatan keluarga saat berwisata. Atur jadwal perjalanan dengan baik agar tidak terjebak kemacetan, jaga kondisi tubuh tetap prima, serta luangkan waktu untuk beristirahat minimal setiap 6 jam perjalanan guna menghindari kelelahan.

Karena sejatinya, keamanan terbaik bukan hanya yang terlihat, tetapi yang benar-benar dirasakan. (GP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *