Banyuwangi – Jejakindonesia.news || Kelengahan di objek vital nasional adalah celah berbahaya. Karena itu, Satpolairud Polresta Banyuwangi turun langsung “mengunci” keamanan Depo Pertamina di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, melalui patroli dialogis dan bimbingan penyuluhan (binluh), Jumat (27/2/2026).
Patroli yang dimulai pukul 10.45 WIB tersebut dibawah kendali Kasat Polairud Polresta Banyuwangi selaku Perwira Pengendali. Dua personel jaga, Aiptu I Gede Eka D. dan Aiptu Nurachmad H., disebar untuk memastikan tidak ada ruang bagi gangguan kamtibmas di kawasan strategis itu.
Dalam patroli, Satpolairud menegaskan bahwa depo energi nasional bukan sekadar area kerja biasa, melainkan aset negara yang wajib dijaga dengan standar kewaspadaan tinggi, terlebih lokasinya berada di kawasan pesisir yang rentan terhadap cuaca ekstrem.
“Objek vital tidak boleh lengah sedetik pun. Satpam harus peka, responsif, dan disiplin. Setiap potensi gangguan sekecil apa pun wajib segera dilaporkan,” tegas Kasubnit Binmasair (Ka Jaga) Aiptu I Gede Eka D.
Ia juga mengingatkan agar petugas pengamanan secara aktif memantau perkembangan cuaca dari sumber resmi BMKG, mengingat ancaman cuaca ekstrem dapat berdampak langsung pada keselamatan dan operasional depo.
Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muhammad Wahyudi, A.Md., S.H. menegaskan, pengamanan objek vital nasional merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar.
“Depo Pertamina adalah urat nadi energi. Tidak ada kompromi soal keamanan. Patroli dialogis ini adalah bentuk kehadiran negara sekaligus peringatan agar seluruh unsur pengamanan tidak bekerja setengah-setengah,” tandasnya.
Hasil patroli menunjukkan sinergitas antara Satpolairud dan Satpam Depo Pertamina berjalan solid. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali.
Pantauan cuaca di lokasi, kondisi cerah, gelombang laut relatif tenang, dengan arah angin bertiup ke utara. (Red).

