Banyuwangi – Jejakindonesia.news | Respons cepat ditunjukkan jajaran Satpolairud Polresta Banyuwangi usai muncul keluhan masyarakat di media sosial terkait dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.
Dipimpin langsung Kasat Polairud Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., tim bergerak ke lokasi pada Minggu (5/3/2026) pukul 16.00 WIB untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Di lapangan, petugas tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi juga berdialog langsung dengan pengelola parkir dan pengunjung. Hasilnya, ditemukan bahwa sistem penarikan kontribusi telah memiliki dasar resmi dan disertai bukti tiket parkir yang diberikan kepada setiap pengguna jasa.
Dari hasil penelusuran, tarif yang diberlakukan sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Penarikan ini hanya dikenakan pada kendaraan, bukan per orang yang masuk kawasan wisata.
Selain itu, diketahui bahwa pengelolaan kontribusi tersebut disetorkan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Banyuwangi sebesar Rp22 juta per tahun, dengan total sekitar 20 petugas parkir yang tersebar di beberapa titik.
Kasat Polairud Kompol Muchammad Wahyudi menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti secara cepat dan transparan.
“Kami tidak akan mentolerir praktik pungli. Setiap laporan kami respon dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan fakta sebenarnya,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kejelasan sistem, termasuk kewajiban pemberian tiket kepada pengunjung sebagai bentuk transparansi.
Sementara itu, Kanit Pos Aipda Haerul Umam di lokasi turut memberikan imbauan kepada pengelola dan wisatawan agar menjaga ketertiban serta tidak segan melapor jika menemukan kejanggalan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meminta tiket resmi setiap melakukan pembayaran. Jika ada yang tidak sesuai, segera laporkan,” ujarnya.
Langkah cepat ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa pengawasan di kawasan wisata terus diperketat. Di sisi lain, masyarakat juga diajak aktif berperan menjaga transparansi dan ketertiban bersama.
Situasi di lokasi hingga saat ini terpantau aman dan kondusif, dengan aktivitas wisata tetap berjalan normal. (GP)













