Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Tekankan Peran Pendidikan dan Tokoh Agama, Gus Fawait Dorong Gerakan Anti-Narkoba di Kalisat

JEMBERJejakindonesia.news // Upaya menekan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Jember terus diperkuat melalui pendekatan sosial dan edukatif. Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, mengajak masyarakat Kecamatan Kalisat untuk bersama-sama membangun benteng moral guna mencegah penyalahgunaan narkotika.

Ajakan tersebut disampaikan Gus Fawait saat menghadiri kegiatan santunan anak yatim sekaligus pertemuan dengan tokoh masyarakat di Kantor Kecamatan Kalisat, Senin (9/3/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa peran masyarakat menjadi kunci penting dalam memutus rantai peredaran narkoba.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam upaya pencegahan melalui penguatan pendidikan dan nilai-nilai keagamaan.

Sementara penindakan hukum terhadap pelaku peredaran narkoba tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

“Pemerintah daerah fokus pada langkah-langkah pencegahan. Karena itu kami terus mendorong kegiatan keagamaan dan pembinaan moral di tengah masyarakat,” ujar Gus Fawait.

Ia menjelaskan bahwa tokoh agama dan para pendidik memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi narkoba.

Salah satu bentuk dukungan Pemkab Jember adalah pemberian insentif kepada para guru ngaji, baik dari kalangan Muslim maupun non-Muslim.

Menurut Gus Fawait, langkah tersebut bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga bentuk penguatan peran tokoh agama dalam membimbing masyarakat agar terhindar dari berbagai perilaku negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika.

Dari sisi ekonomi, ia menilai bahwa tingginya permintaan terhadap narkoba menjadi salah satu faktor yang membuat peredarannya terus terjadi.

Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai penting untuk menekan permintaan tersebut.

Selain itu, Gus Fawait juga mendorong sekolah-sekolah di Jember, baik negeri maupun swasta, untuk semakin aktif menanamkan pendidikan karakter dan nilai-nilai moral kepada para siswa.

Ia meyakini bahwa generasi muda yang mendapatkan pendidikan yang baik, baik di sekolah formal, pondok pesantren, maupun perguruan tinggi, akan memiliki ketahanan diri yang lebih kuat terhadap pengaruh negatif narkoba.

Terkait keberadaan Tim Percepatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Jember, Gus Fawait menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.

“Pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus bergerak bersama. Tanpa dukungan publik, upaya pemberantasan narkoba tidak akan maksimal,” tegasnya.

Melalui sinergi berbagai pihak serta penguatan nilai-nilai keluarga dan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Jember berharap upaya pencegahan narkoba dapat berjalan lebih efektif sehingga generasi muda di Jember terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *