Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Halal Bihalal Jurnalis Jember Jadi Ruang Refleksi Etika dan Soliditas Profesi

Jember – Jejakindonesia.news // Momentum Halal Bihalal yang digelar lintas komunitas media di Kabupaten Jember pada Sabtu, 25 April 2026, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi bersama bagi insan pers dalam menjaga integritas dan profesionalisme.

Bertempat di Cafe Rindu Kopi, kegiatan ini mempertemukan berbagai organisasi jurnalis dalam suasana santai namun sarat makna.

Kegiatan yang diinisiasi Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Jember tersebut dihadiri sejumlah elemen media, seperti Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), Pro Jurnalismedia Siber (PJS), serta Sekber Wartawan Indonesia (SWI). Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolaborasi di tengah dinamika dunia jurnalistik yang terus berkembang.

Alih-alih sekadar berkumpul, para peserta memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi tentang tantangan profesi, mulai dari menjaga independensi hingga menghadapi tekanan dalam praktik pemberitaan. Obrolan ringan yang mengalir di antara cangkir kopi berubah menjadi forum tukar gagasan yang memperkaya perspektif.

Perwakilan panitia, Mastuki, dalam sambutannya menekankan bahwa Halal Bihalal seharusnya dimaknai lebih dari tradisi tahunan. Ia mengajak seluruh jurnalis menjadikan momen ini sebagai titik awal memperbaiki komunikasi dan memperkuat rasa saling percaya di antara sesama rekan media.

“Ini bukan hanya tentang saling memaafkan, tetapi bagaimana kita membangun ulang kepercayaan dan menjaga kebersamaan dalam profesi yang penuh tantangan ini,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal GWI, Sigit Priono, menyoroti pentingnya menjaga standar etik jurnalistik di tengah arus informasi yang semakin cepat. Ia mengingatkan bahwa kekuatan wartawan tidak hanya terletak pada kemampuan menulis berita, tetapi juga pada komitmen terhadap kebenaran dan tanggung jawab publik.

Menurutnya, komunitas memiliki peran strategis sebagai ruang perlindungan sekaligus penguat kapasitas jurnalis. Dalam situasi tertentu, solidaritas antaranggota menjadi kunci dalam menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kerja-kerja jurnalistik.

“Profesionalisme harus berjalan seiring dengan solidaritas. Tanpa itu, kita mudah terpecah dan kehilangan arah sebagai penjaga informasi publik,” tegasnya.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan sesi hiburan yang semakin menghangatkan suasana. Kebersamaan yang terjalin sepanjang kegiatan menjadi cerminan bahwa di tengah perbedaan latar belakang media, insan pers di Jember tetap memiliki tujuan yang sama: menghadirkan informasi yang kredibel dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Halal Bihalal tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk menjaga marwah profesi dan memperkuat sinergi di antara jurnalis.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *