Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Mahasiswa UNAIR Lakukan Penelitian Sederhana di Panti Rehabilitasi Narkoba LRPPN Bhayangkara Indonesia Banyuwangi Fokus pada Kesehatan Masyarakat

Banyuwangi,- Jejakindonesia.news // 20 Mei 2026 — Sejumlah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi melakukan kunjungan lapangan ke panti rehabilitasi milik muhammad ikhsan , jl kepiting no 89 tukangkayu sobo kec.Banyawangi , sebagai bagian dari kegiatan penelitian sederhana bertajuk “Studi Awal Kondisi Kesehatan Masyarakat di Lingkungan Panti Rehabilitasi Narkoba LRPPN Bayangkara Indonesia . Kunjungan ini berlangsung pada Rabu 20 mei 2026 dan diterima langsung oleh pengurus panti serta didampingi tenaga medis setempat.

Kegiatan ini bertujuan untuk memahami kondisi fisik, psikologis, dan sosial penghuni panti pasca-rehabilitasi, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dasar kesehatan yang masih belum terpenuhi secara optimal. Mahasiswa juga melakukan observasi lingkungan, wawancara semi-terstruktur dengan penghuni dan staf, serta pengumpulan data sekunder terkait program pemulihan yang telah berjalan.

“Penelitian sederhana ini bukan hanya sekadar tugas akademik, tapi juga bentuk kepedulian kami terhadap kelompok rentan seperti mantan pengguna narkoba,” ujar Adelia putri ketua mahasiswa, mahasiswi UNAIR angkatan tahun 2026 . “Kami ingin tahu bagaimana sistem dukungan kesehatan bekerja di level akar rumput, terutama di fasilitas non-rumah sakit.”
Tim mahasiswa berinteraksi langsung dengan lebih dari 10 penghuni panti, mencatat keluhan umum seperti gangguan tidur, kecemasan, hingga kurangnya akses layanan gizi seimbang. Mereka juga memberikan edukasi singkat tentang pentingnya pola hidup sehat, manajemen stres, dan pencegahan relapse melalui pendekatan peer-to-peer.

Pihak panti menyambut baik kehadiran mahasiswa UNAIR. “bapak ikhsan, selaku Koordinator Program Rehabilitasi, menyatakan bahwa masukan dari mahasiswa sangat membantu pihaknya dalam mengevaluasi ulang program pendampingan pasca-rehab. “Ini bukan cuma penelitian, tapi juga bentuk kolaborasi nyata antara akademisi dan lembaga sosial. Kami berharap hasil temuan mereka bisa jadi referensi untuk perbaikan layanan,” katanya.

Salah satu mahasiswa menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata, khususnya pengabdian kepada masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga merasakan realitas di lapangan. Ini penting agar kelak mereka menjadi praktisi kesehatan yang empatik dan berbasis bukti,” ujarnya.

Hasil penelitian akan disusun dalam laporan akhir dan diserahkan kepada pihak panti serta fakultas sebagai bahan evaluasi dan rekomendasi kebijakan mikro. Selain itu, rencananya akan ada tindak lanjut berupa workshop kecil atau pelatihan singkat bagi staf panti jika memungkinkan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat terbangun sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi, lembaga rehabilitasi, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup mantan pengguna narkoba — bukan hanya sebagai objek penelitian, tapi sebagai subjek pembangunan kesehatan masyarakat yang utuh.

Gus ari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *