Jember – Jejakindonesia.news // Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 STDI Imam Syafi’i Jember di SMP Negeri 2 Mumbulsari resmi ditutup dalam acara lepas pisah yang digelar di lingkungan sekolah, Senin (3/8/2026). Selama dua pekan menjalankan pengabdian, para mahasiswa tidak hanya membantu proses belajar mengajar, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sekolah dan pendidikan karakter.
Kepala SMPN 2 Mumbulsari, Hermin Agustin, D.Pd., M.Pd., mengapresiasi dedikasi para mahasiswa KKN yang dinilai mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta memberikan kontribusi nyata.
Menurutnya, makna KKN bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Karena itu, selama berada di sekolah, mahasiswa dilibatkan secara menyeluruh, mulai dari administrasi, penyusunan program, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi.
“Mahasiswa kami dorong belajar secara total. Mereka tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga memahami bagaimana menyusun program, mengelola kegiatan, hingga bekerja sama dengan guru dan warga sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan tenaga pendidik di SMPN 2 Mumbulsari membuat kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu jalannya berbagai program sekolah. Para mahasiswa juga diberi kesempatan terlibat dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.
Hermin menilai kehadiran mahasiswa membawa suasana belajar yang lebih segar. Siswa terlihat antusias karena mendapatkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembelajaran tetap harus berorientasi pada pembentukan karakter, bukan sekadar membuat siswa merasa senang.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menikmati pembelajaran, tetapi juga memperoleh ilmu, kebiasaan baik, dan nilai-nilai karakter sebagai bekal hidup bermasyarakat,” katanya.
Ia berharap kerja sama antara SMPN 2 Mumbulsari dan STDI Imam Syafi’i dapat terus berlanjut. Dalam kepemimpinannya, Hermin juga menegaskan komitmennya melanjutkan seluruh program positif yang telah dirintis kepala sekolah sebelumnya serta terus mengembangkannya.
Sementara itu, Ketua KKN Kelompok 13 STDI Imam Syafi’i Jember mengatakan para siswa SMPN 2 Mumbulsari menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan KKN.
Selain membantu proses pembelajaran sebagai guru pendamping dan guru piket, mahasiswa juga menggelar edukasi pengelolaan sampah melalui program ecobrick. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, edukasi menjaga kebersihan lingkungan, kerja bakti, hingga praktik membuat produk ecobrick di setiap kelas.
Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak membatasi cita-cita karena kondisi ekonomi maupun latar belakang keluarga.
“Jangan pernah membatasi mimpi hanya karena berasal dari keluarga petani atau memiliki keterbatasan ekonomi. Semua anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Mahasiswa KKN berharap ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan selama masa pengabdian dapat memberikan manfaat bagi sekolah. Mereka juga berharap SMPN 2 Mumbulsari semakin maju, mendapat dukungan masyarakat dan pemerintah, serta orang tua terus berperan aktif mendampingi pendidikan putra-putrinya. Red.













