Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Gus Fawait Tahan Penertiban Jalan Pasar Tanjung: Beri Waktu Seminggu Cari Formula yang Adil

JEMBER — Jejakindonesia.news || Penataan kawasan Pasar Tanjung tak mau dilakukan dengan cara main gusur. Bupati Jember Gus Fawait memilih memberi waktu satu minggu untuk merumuskan skema penataan jalan yang tetap menjaga ketertiban, tetapi tidak mematikan mata pencaharian pedagang kecil.

Keputusan itu disampaikan Gus Fawait saat berdialog langsung dengan pedagang dan warga di Aula Pasar Tanjung, Rabu (16/9/2026).

Persoalan penggunaan bahu dan badan jalan menjadi salah satu sorotan utama. Aktivitas perdagangan yang meluber ke jalan dinilai mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan pengunjung. Kondisi tersebut juga disebut berdampak terhadap aktivitas perdagangan di dalam pasar, termasuk membuat lantai atas pasar relatif sepi.

Keluhan itu disampaikan pedagang sayur Rendra dan perwakilan warga, Agung. Mereka meminta pemerintah melakukan penataan agar fungsi jalan kembali berjalan sebagaimana mestinya tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Gus Fawait tidak langsung memerintahkan penertiban. Ia justru meminta jajarannya menyusun formulasi yang mempertimbangkan seluruh kepentingan.

“Kami memerlukan waktu satu minggu untuk merumuskan formulasi penataan jalan yang berkeadilan, mengingat para pedagang jalanan juga bagian dari masyarakat kecil yang butuh mata pencaharian,” tegas Gus Fawait.

Bupati menekankan, penataan harus memiliki solusi yang jelas. Pemerintah tidak ingin persoalan ketertiban diselesaikan dengan tindakan sesaat yang justru menimbulkan persoalan baru bagi pedagang.

Karena itu, hasil formulasi penataan nantinya akan dibawa ke ruang dialog.

Perwakilan pedagang akan diundang ke Pendopo Wahyawibawagraha untuk mendengarkan langsung skema teknis yang disiapkan pemerintah.

“Solusi teknis penertiban nantinya bakal dipaparkan secara transparan dengan mengundang perwakilan pedagang ke Pendopo Wahyawibawagraha,” katanya.

Revitalisasi Rp250 Miliar

Persoalan jalan bukan satu-satunya pekerjaan rumah Pasar Tanjung.
Pedagang juga meminta kepastian terkait rencana revitalisasi pasar.

Pedagang konveksi, Jupri, meminta pemerintah memastikan jadwal pembangunan sekaligus lokasi relokasi sementara. Ia berharap pekerjaan fisik dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri sehingga pedagang memiliki waktu untuk mempersiapkan usaha dan menyelesaikan kewajiban finansial.

Gus Fawait menyatakan aspirasi tersebut diterima.

Revitalisasi Pasar Tanjung disebut mendapat dukungan anggaran pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum sekitar Rp250 miliar.

Revitalisasi itu diharapkan tidak berhenti pada pembenahan bangunan. Pemerintah juga ingin membenahi ekosistem kawasan pasar agar aktivitas perdagangan lebih tertib, nyaman, aman, dan mampu menghidupkan kembali seluruh ruang perdagangan di dalam pasar.

Sampah hingga Ketertiban Lingkungan

Dalam dialog tersebut, warga turut menyampaikan persoalan lingkungan dan keamanan.

Ketua RW 11 Jember Kidul, Sartini, mengeluhkan sampah sayuran yang berserakan, bau tidak sedap akibat aktivitas buang air sembarangan di sekitar Jalan Samanhudi, hingga dugaan aktivitas konsumsi minuman keras yang dinilai mengganggu ketertiban masyarakat.

Seluruh persoalan tersebut menjadi masukan bagi Pemkab Jember dalam menyusun penataan kawasan Pasar Tanjung secara lebih menyeluruh.

Gus Fawait menyebut dialog tersebut penting karena pemerintah ingin memastikan kebijakan yang diambil benar-benar menjawab persoalan di lapangan.

Pasar Tanjung bukan hanya persoalan bangunan. Di dalamnya terdapat pedagang, pekerja pasar, pembeli, warga sekitar, hingga pengguna jalan yang memiliki kepentingan masing-masing.

Karena itu, penataan kawasan akan diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara ketertiban ruang publik dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Satu minggu ke depan menjadi waktu bagi Pemkab Jember untuk menyusun formulasi tersebut. Setelah itu, pemerintah akan membuka ruang pembahasan bersama perwakilan pedagang sebelum langkah teknis diterapkan di lapangan.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!