Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Jember Kebagian Tiga Kampung Nelayan Merah Putih Sekaligus, Gus Fawait: Atensi Nasional

JEMBER – Jejakindonesia.news |` Bukan satu, tapi tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sekaligus. Kabupaten Jember mendapat jatah pembangunan tiga kawasan pesisir melalui program pemerintah pusat pada 2026.

Kabar tersebut disampaikan Bupati Jember Gus Muhammad Fawait saat Pro Guse Update di Pantai Cemoro Sewu, Kecamatan Puger, Minggu (16/8/2026).

Gus Fawait menyebut tiga KNMP itu akan dibangun di Desa Puger Kulon, Desa Sumberrejo, dan Desa Paseban. Puger Kulon menjadi lokasi utama, sedangkan Sumberrejo dan Paseban menjadi kawasan penyangga.

Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengubah kawasan pesisir dan kampung perikanan menjadi lebih modern, produktif, serta terintegrasi.

“Jember mendapatkan tiga sekaligus. Di tempat lain mungkin hanya satu,” kata Gus Fawait di hadapan masyarakat.

Menurut dia, tambahan tiga KNMP tersebut bukan sekadar proyek pembangunan fisik.

Program itu harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, terutama nelayan.

Apalagi, Jember memiliki garis pantai terpanjang kedua di Jawa Timur. Karena itu, keberadaan KNMP dinilai relevan dengan karakter wilayah Jember yang memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan.

Gus Fawait bahkan meminta masyarakat tidak melihat besarnya anggaran hanya dari nominalnya.

Menurutnya, investasi pemerintah harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Jangankan miliaran, puluhan miliar tidak apa-apa kalau itu untuk dinikmati rakyat Indonesia,” tegasnya.

Tak Hanya Pesisir

Gus Fawait juga membeberkan deretan intervensi pemerintah di sektor pangan. Ia menyebut dukungan untuk pertanian dan perkebunan Jember selama 2025-2026 berada di kisaran Rp300 miliar hingga Rp350 miliar.

Anggaran tersebut mencakup optimalisasi lahan, bantuan alat dan mesin pertanian, benih padi, jagung dan kedelai, bibit kopi serta kelapa, hingga berbagai sarana produksi pertanian.

Pemkab juga menggeber pembangunan infrastruktur pengairan dan jalan.

Sektor pendidikan ikut mendapat porsi melalui program revitalisasi sekolah.

Menurut Gus Fawait, rangkaian program tersebut menunjukkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya bertumpu pada satu sektor.

“Mulai dari pinggir pantai dengan Kampung Nelayan Merah Putih, perbaikan infrastruktur pertanian, alat pertanian, bibit, jalan, pengairan, sampai pendidikan,” ujarnya.

Jika berbagai program tersebut dijumlahkan, kata dia, nilai intervensi pembangunan selama 2025-2026 mencapai lebih dari Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.

Bagi Gus Fawait, besarnya angka tersebut harus dibaca sebagai upaya mempercepat pembenahan berbagai sektor yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.

Kritik Tak Perlu Ditakuti

Dalam forum yang sama, Gus Fawait menegaskan Pemkab Jember tidak akan gentar menghadapi kritik, sindiran, maupun komentar negatif.

Ia justru memandang kritik sebagai bagian dari dinamika pemerintahan.

“Pada hakikatnya itu semua adalah bentuk cinta dalam bentuk yang berbeda kepada pemerintah Kabupaten Jember maupun pemerintah pusat,” katanya.

Ia juga mengeklaim sejumlah indikator ekonomi Jember mulai menunjukkan perbaikan, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga penurunan kemiskinan.

Menurutnya, tren tersebut menjadi modal bagi Jember untuk kembali memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Pulau Jawa.

Gus Fawait pun membuka ruang bagi pihak yang masih mempertanyakan kebijakan Pemkab Jember, termasuk rencana pembiayaan daerah atau dana talangan.

Ia mempersilakan masyarakat maupun awak media meminta penjelasan secara langsung.

“Kalau awalnya salah paham, itu bisa diluruskan. Tapi kalau pahamnya salah, itu yang susah untuk diluruskan,” pungkasnya.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!