JAKARTA — Jejakindonesia.news|Seruan untuk menjaga stabilitas nasional mengemuka di tengah informasi mengenai rencana aksi massa di wilayah Jakarta. Sejumlah elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), paguyuban, serta tokoh masyarakat disebut turut mengambil bagian dalam upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Informasi yang beredar menyebutkan sekitar 3.000 anggota GRIB, bersama sejumlah elemen ormas dan paguyuban yang membawa semangat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), disebut siap turun untuk membantu menjaga kondusivitas Jakarta.
Selain itu, terinformasi adanya kelompok masyarakat dari kawasan Tanjung Priok yang disebut akan melakukan patroli pada malam hari guna mengantisipasi potensi kericuhan di sekitar lokasi aksi.
Namun, informasi tersebut tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang. Masyarakat diimbau tidak mengambil tindakan sendiri, termasuk melakukan sweeping, dan menyerahkan sepenuhnya proses pengamanan kepada aparat yang memiliki kewenangan.
Di tengah situasi tersebut, Bang Hercules menyerukan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, masyarakat harus lebih cerdas dalam menggunakan media sosial, khususnya dalam menyikapi informasi yang belum diketahui kebenarannya dan berpotensi menimbulkan keresahan.
“Jangan terprovokasi isu murahan dan menyesatkan di media sosial. Harus cerdas menggunakan media sosial dan jaga stabilitas nasional.”
Seruan tersebut menjadi pesan penting agar perbedaan pandangan maupun aspirasi tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas dan paguyuban juga disebut berkumpul di kantor GRIB. Pertemuan tersebut diinformasikan sebagai bagian dari komunikasi antarelemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan stabilitas nasional.
Sementara itu, beredar informasi bahwa aparat penegak hukum telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diduga berkaitan dengan potensi provokasi dalam rangkaian aksi massa.
Informasi tersebut dikaitkan dengan koordinasi pemerintah di bidang politik dan keamanan serta jajaran Polda Metro Jaya. Kendati demikian, mengenai jumlah maupun identitas pihak yang diperiksa, masih diperlukan keterangan resmi dari aparat penegak hukum agar informasi tersebut tidak menimbulkan spekulasi.
Sebelumnya, sekitar pukul 18.30 WIB, aparat kepolisian juga diinformasikan telah melakukan pembubaran terhadap massa di salah satu lokasi aksi.
Hingga pukul 00.00 WIB, situasi wilayah Jakarta berdasarkan informasi yang diterima dilaporkan aman dan terkendali.
Dalam kondisi seperti ini, masyarakat diharapkan tetap menahan diri dan tidak mudah terpancing provokasi. Penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, namun harus dilakukan secara tertib, damai dan sesuai ketentuan hukum.
Begitu pula dengan kelompok masyarakat yang ingin membantu menjaga keamanan, diharapkan tidak mengambil alih kewenangan aparat atau melakukan tindakan terhadap massa secara sepihak.
Pesan utama Hercules dan sejumlah elemen masyarakat adalah menjaga persatuan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama mempertahankan stabilitas dan keamanan Jakarta.
(Red)













