Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Pemkab Jember Perkuat Pelayanan Publik melalui Homecare dan Penanganan Antrean BBM

JEMBER — Jejakindonesia.news || Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang responsif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah serta koordinasi lintas sektor dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pada Jumat (11/9/2026), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, bersama Camat Jelbuk dan Kepala Puskesmas Jelbuk melaksanakan kunjungan lapangan dalam rangka mendukung pelaksanaan program Homecare.

Dalam kegiatan tersebut, tim mengunjungi sejumlah titik sasaran di wilayah Kecamatan Jelbuk. Pelayanan diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, antara lain lanjut usia, penyandang disabilitas mental, serta ibu hamil dengan risiko tinggi.

“Hari ini kami menyisir beberapa lokasi warga yang membutuhkan penanganan khusus, mulai lansia, warga dengan disabilitas mental, hingga ibu hamil risiko tinggi. Salah satunya adalah ibu yang sedang mengandung anak keempat. Harapannya, proses persalinannya nanti bisa berjalan lancar dan selamat,” ujar Helmi.

Helmi menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan lanjutan program Homecare. Setelah dilakukan pemantauan di wilayah sekitar pusat Kecamatan Jelbuk, layanan selanjutnya akan diarahkan ke wilayah yang memiliki tantangan akses lebih besar.

Menurutnya, keberhasilan program membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta unsur masyarakat di tingkat desa hingga lingkungan.

Kondisi geografis juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di wilayah Jelbuk. Bagi warga yang tinggal di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat, Puskesmas bersama masyarakat telah menyiapkan mekanisme evakuasi menggunakan tandu menuju akses jalan utama maupun fasilitas kesehatan terdekat apabila terjadi kondisi darurat.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jember juga tengah mengupayakan penyediaan rumah singgah bagi warga dari wilayah terpencil, khususnya ibu hamil yang mendekati masa persalinan.

“Kami berkoordinasi dengan Pak Camat dan Dinas Sosial untuk memanfaatkan rumah warga yang kosong sebagai rumah singgah sementara. Langkah ini penting agar warga dari daerah jauh tidak perlu bolak-balik saat mendekati waktu persalinan,” jelas Helmi.

Dalam kesempatan tersebut, Helmi yang mewakili Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan seluruh jajaran Puskesmas Jelbuk yang terlibat dalam pelayanan Homecare.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan tanggung jawab utama pemerintah yang harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Penghargaan itu hanya simbol. Yang paling utama adalah hakikat pelayanan itu sendiri, bagaimana kita hadir melayani masyarakat dengan niat ibadah. Saya berharap semangat dan ritme kerja sama antara Puskesmas, Kecamatan, hingga elemen RT/RW ini terus dipertahankan secara konsisten,” tuturnya.

Selain sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Jember juga melakukan penguatan koordinasi dalam merespons persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa penanganan persoalan BBM membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran pemerintahan.

Pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek ketersediaan pasokan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh kepastian dan pelayanan selama menghadapi kondisi tersebut.

“Masalah ini bukan cuma soal ketersediaan BBM, tetapi bagaimana masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran pemerintah saat mereka menghadapi kesulitan di lapangan,” ujar Gus Fawait.

Untuk mendukung penanganan tersebut, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta petugas SPPG diarahkan untuk melakukan pemantauan dan koordinasi secara langsung di lapangan.

Gus Fawait menyampaikan bahwa karakteristik wilayah Kabupaten Jember yang luas serta jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 2,7 juta jiwa membutuhkan pola koordinasi dan pelayanan yang terintegrasi.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan secara optimal, baik dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan maupun dalam merespons persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Jember juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat akan terus diperkuat melalui pelayanan yang responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan warga.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!