Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Revitalisasi Rp1,5 Miliar, SDN 1 Sumberanget Tetap Gelar Pembelajaran di Tengah Proyek

JEMBER , Jejakindonesia.news || Aktivitas belajar mengajar di SDN 1 Sumberanget, Kecamatan Ledokombo, tetap berjalan meski sebagian besar fasilitas sekolah tengah menjalani revitalisasi. Selama proses pembangunan, para siswa harus berpindah sementara dari ruang kelas ke tiga musala yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

Revitalisasi dengan nilai anggaran sekitar Rp1,5 miliar lebih tersebut menyasar sejumlah sarana penting, mulai ruang kelas, perpustakaan, sanitasi, penataan lingkungan sekolah hingga pengadaan mebeler.

Kondisi itu membuat pihak sekolah harus mencari cara agar proses pendidikan tidak ikut terhenti.

Bersama komite sekolah dan tokoh masyarakat, SDN 1 Sumberanget memanfaatkan tiga musala terdekat sebagai ruang belajar sementara.

Pembelajaran kemudian dibagi menjadi dua gelombang. Siswa kelas 1, 2 dan 3 mengikuti kegiatan belajar pada pagi hari. Sementara kelas 4, 5 dan 6 menjalani pembelajaran pada sesi siang.

Plt. Kepala SDN 1 Sumberanget, Desi Ratna Sulistyowati, mengatakan skema tersebut ditempuh agar pembangunan sekolah tetap berjalan tanpa mengorbankan kegiatan belajar siswa.

“Pembelajaran kami bagi menjadi dua gelombang. Kelas 1, 2 dan 3 masuk pagi, sedangkan kelas 4, 5 dan 6 masuk siang,” ujarnya.

Revitalisasi ini menjadi angin segar bagi sekolah yang sebelumnya menghadapi persoalan kondisi fisik bangunan. Bagian atap, misalnya, sudah mengalami kerusakan dan lapuk sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sekolah.

Sebelum mendapatkan program revitalisasi, pihak sekolah bersama paguyuban wali murid bahkan sempat melakukan perbaikan secara swadaya. Para orang tua siswa bergotong royong membenahi bagian atap dengan kemampuan yang tersedia.

Namun, keterbatasan dana membuat perbaikan belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan bangunan. Bahkan bagian plafon atau eternit harus dibongkar karena kondisinya sudah tidak layak.

“Orang tua siswa sebelumnya ikut bergotong royong memperbaiki atap agar tidak membahayakan. Tetapi karena keterbatasan dana swadaya, perbaikannya masih seadanya,” kata Desi.

Perubahan juga akan terlihat pada fasilitas sanitasi. Sebelumnya, sekolah hanya memiliki fasilitas toilet yang sangat terbatas, yakni satu bilik untuk putra dan satu bilik untuk putri yang dibangun melalui swadaya.

Dalam revitalisasi kali ini, sekolah mendapat tambahan tiga bilik toilet, masing-masing untuk siswa putra, siswa putri dan tenaga pengajar.

Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 100 hari atau tiga bulan, terhitung sejak akhir Agustus 2026.

Saat ini SDN 1 Sumberanget memiliki 84 siswa dengan dukungan 10 tenaga pengajar.

Desi berharap revitalisasi tidak hanya mengubah wajah fisik sekolah, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas pembelajaran. Lebih jauh, kondisi sekolah yang semakin layak diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat sekitar.

“Harapannya setelah sarana dan prasarana selesai diperbaiki, kualitas belajar anak-anak semakin baik dan masyarakat kembali percaya untuk menyekolahkan anaknya di sini,” pungkasnya.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!