Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Tembus Pelosok Darungan, Kawendra Siap Dorong Bedah Rumah Warga Tak Layak Huni

JEMBER – Jejakindonesia.news || Menembus medan terjal demi menjangkau warga di pelosok menjadi pengalaman langsung bagi Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Kawendra Lukistian, saat mendampingi Bupati Jember, Gus Fawait, dalam kegiatan pelayanan kesehatan Homecare di Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Minggu (18/10/2026).

Perjalanan menuju Dusun Sumberbulus tidak sekadar menjadi agenda kunjungan kerja. Di tengah akses yang sulit, rombongan menemukan persoalan lain yang membutuhkan perhatian, yakni kondisi sejumlah rumah warga yang dinilai tidak layak huni.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Fawait dan Kawendra mengunjungi tiga warga lanjut usia, yakni Suri (68), Suna (68), dan Sugito (69).

Ketiganya mendapatkan pelayanan kesehatan melalui program Homecare yang dirancang untuk mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat, terutama warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.

Melihat langsung kondisi warga, Kawendra menyatakan komitmennya untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mendorong bantuan perbaikan rumah tidak layak huni melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Salah satu skema yang akan didorong adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yakni program bantuan untuk mendukung peningkatan kualitas rumah masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Menurut Kawendra, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat menjadi penting agar persoalan yang dihadapi warga tidak hanya diketahui melalui laporan, tetapi juga dipahami berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

“Pemimpin itu harus langsung merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Hari ini saya melihat bagaimana Gus Fawait berjuang untuk merasakan denyut nadi itu dan langsung datang ke tempatnya,” ujarnya.

Homecare Menembus Medan Sulit

Di sisi lain, pelaksanaan Homecare di Desa Darungan memperlihatkan tantangan pelayanan kesehatan bagi warga yang tinggal jauh dari pusat layanan. Para tenaga kesehatan harus mengendarai sepeda motor untuk melewati medan yang terjal agar bisa memberikan pelayanan langsung ke rumah warga.

Gus Fawait dan Kawendra pun menggunakan sepeda motor untuk menjangkau lokasi sasaran. Bagi Gus Fawait, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan dasar, meskipun tinggal di wilayah dengan akses yang tidak mudah.

Gus Fawait mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang tetap menjalankan tugas di tengah berbagai keterbatasan. Ia menegaskan, Homecare bukan hanya tentang pemeriksaan kesehatan, melainkan juga memastikan warga mengetahui dan dapat mengakses program pemerintah.

Dalam kesempatan itu, masyarakat turut mendapatkan sosialisasi mengenai layanan kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan di puskesmas maupun rumah sakit sesuai ketentuan program yang berlaku.

Gus Fawait menyebut, pelayanan jemput bola tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat perhatian terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan lebih dekat.

Apresiasi untuk Tenaga Kesehatan

Kawendra juga memberikan penghargaan kepada para tenaga kesehatan yang tetap memberikan pelayanan di tengah beratnya medan menuju permukiman warga.

Ia menilai pengabdian para nakes memiliki nilai kemanusiaan yang besar karena mereka harus menghadapi tantangan perjalanan demi memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan.

“Medannya tidak mudah, terjal ke sini. Tapi semakin terjal, saya yakin pahalanya semakin banyak. Kita doakan para nakes semuanya sehat dan teguh dalam berjuang, ini jadi jariah kita semua, insyaallah balasannya jauh lebih berlimpah,” tuturnya.

Sementara itu, Gus Fawait menyambut baik kehadiran Kawendra dalam kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi pemerintah daerah dengan wakil rakyat di tingkat pusat dapat diperkuat, termasuk untuk membantu penanganan rumah warga yang membutuhkan perbaikan.

Kunjungan di Desa Darungan itu menjadi gambaran bahwa kebutuhan masyarakat di pelosok tidak berhenti pada akses kesehatan.

Kondisi tempat tinggal dan dukungan terhadap kelompok rentan juga memerlukan perhatian bersama agar pelayanan pemerintah dapat menjangkau warga secara lebih menyeluruh.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!